INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan agar Israel segera menghentikan serangan udara di Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (3/10) waktu setempat, tak lama setelah Hamas menyatakan kesediaannya untuk menghentikan perang dan membebaskan para sandera.
Langkah Trump ini dinilai sebagai upaya untuk mendorong stabilitas di kawasan Timur Tengah yang kian memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menyebut, perang yang berlangsung sejak tahun lalu telah menimbulkan penderitaan besar bagi warga sipil dan mengancam keseimbangan politik global.
Baca Juga: Diddy Divonis 50 Bulan Penjara, Hakim Sebut Kasusnya Sebagai 'Pelajaran Keras untuk Dunia Hiburan'
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menegaskan keyakinannya bahwa Hamas kini siap menjaga perdamaian. Ia menilai, Israel harus memberikan ruang bagi proses negosiasi agar pembebasan sandera bisa dilakukan secara aman.
“Israel harus segera menghentikan pengeboman Gaza agar kita dapat membebaskan para sandera dengan aman dan cepat!” tulis Trump.
Mantan presiden yang kini kembali mencalonkan diri di pemilu AS 2026 itu juga mengungkapkan bahwa pembicaraan intens antara pihak AS dan Hamas telah membuahkan kemajuan signifikan.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Ngamuk ke Pengadilan Agama, Singgung Masalah Etika dan Privasi Sidang Perceraian
“Kami sudah membahas detail yang akan diselesaikan. Ini bukan hanya tentang Gaza, tetapi tentang perdamaian yang telah lama dinantikan di Timur Tengah,” tambahnya.
Pernyataan Trump itu datang setelah Hamas mengumumkan kesediaannya untuk menerima proposal perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resminya, kelompok tersebut mengatakan siap melepaskan seluruh sandera Israel yang masih berada di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Sementara itu, Pemerintah Israel merespons pernyataan Trump dengan hati-hati. Melalui keterangan singkat, Tel Aviv menyatakan siap bekerja sama dengan AS untuk mencari solusi damai yang “tidak mengorbankan keamanan nasional Israel.”
Namun di sisi lain, sejumlah pengamat menilai tekanan Trump terhadap Israel bisa memicu ketegangan baru dalam hubungan kedua negara.
Artikel Terkait
Pemerintah Putuskan Bekukan Tiktok Usai Indikasi Judol dan Ketidakpatuhan Data
Song Kang Comeback, Siap Sapa Penggemar Lewat Fanmeeting 'ROUND 2'
Kasus Kecelakaan Nadya Almira Kembali Jadi Sorotan, Keluarga Korban Ungkap Fakta Baru di Podcast Denny Sumargo
Kenaikan Cukai Rokok 5 Tahun Terakhir Picu Gelombang PHK, Pemerintah Beri Solusi di 2026!
Lee Joo Ahn Bon Appétit, Your Majesty Ungkap Rahasia di Balik Pembebasan Wamilnya, Ternyata Ini Alasannya
Gelombang Pengungsian Gaza Meningkat, Ribuan Warga Kabur dari Serangan Udara Israel
Cegah Kasus Keracunan, Pemerintah Wajibkan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Punya Sertifikat Higiene dan Halal
Kejagung Lelang Aset Mantan Direktur Jiwasraya Harry Prasetyo, Laku Rp2,7 Miliar
Deddy Corbuzier Ngamuk ke Pengadilan Agama, Singgung Masalah Etika dan Privasi Sidang Perceraian
Diddy Divonis 50 Bulan Penjara, Hakim Sebut Kasusnya Sebagai 'Pelajaran Keras untuk Dunia Hiburan'