Guru Dapat Insentif Harian untuk Awasi Distribusi Program Makan Bergizi Gratis

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:44 WIB
Makan Bergizi Gratis (MBG) (Antara)
Makan Bergizi Gratis (MBG) (Antara)

INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi bahan perbincangan hangat setelah pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kebijakan baru terkait distribusi menu makanan di sekolah.

Kebijakan ini hadir dengan tambahan insentif khusus bagi para guru yang dipercaya sebagai penanggung jawab jalannya program di lapangan.

Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Diisukan Cerai Dengan Deddy Coubuzier, Ia Tanggapi Komentar Netizen

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2025, BGN menetapkan bahwa setiap guru yang ditunjuk sebagai penanggung jawab distribusi MBG berhak menerima insentif Rp100 ribu per hari.

Aturan ini diharapkan bisa menjadi pemicu semangat sekaligus bentuk penghargaan atas kerja tambahan yang diberikan kepada para pendidik di sekolah.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pentingnya kehadiran guru penanggung jawab agar distribusi makanan bergizi berjalan lancar tanpa hambatan.

Menurutnya, peran guru tidak sekadar memastikan makanan sampai ke tangan murid, tetapi juga menjaga kualitas dan keteraturan distribusi.

Baca Juga: Remaja 15 Tahun di Ciputat Bawa Mobil Pajero Sport Bareng Dua Cewek Lalu Nabrak Dua Rumah Warga

“Sebagai bentuk apresiasi atas tambahan tugas dan tanggung jawab tersebut, kepada guru penanggung jawab Program MBG di sekolah diberikan insentif," ujar Nanik saat ditemui awak media di Jakarta, Senin, 29 September 2025.

Dalam edaran tersebut, setiap sekolah penerima manfaat MBG diwajibkan menunjuk minimal satu hingga maksimal tiga orang guru sebagai penanggung jawab.

Sistemnya pun fleksibel, karena guru-guru itu akan mendapat jadwal rotasi harian sehingga tanggung jawab tidak hanya menumpuk pada satu orang.

Baca Juga: Fedi Nuril Sindir Soal Pejilat Pada Hasan Nasbi di Medsos X, Sindiriranya Saling Dibalas

Menariknya, kebijakan baru ini juga mengutamakan guru honorer dan guru bantu sebagai prioritas untuk ditunjuk. Pemerintah berharap langkah ini bisa memberi tambahan penghasilan bagi para guru non-PNS yang selama ini sering mengeluhkan minimnya kesejahteraan.

Selain itu, insentif ini juga dianggap sebagai bentuk keadilan karena banyak guru bantu ikut aktif mengawal program di sekolah sejak awal peluncurannya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X