“Kami sedang dalami dulu kejadiannya. Jika terbukti, tentu ada penegakan hukum agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.
Fenomena konvoi motor yang sering menutup jalan atau bertindak seolah memiliki “hak istimewa” memang kerap menuai sorotan.
Semangat kebersamaan seharusnya tidak mengorbankan keselamatan orang lain. Namun, kasus-kasus seperti ini terus berulang, menandakan masih lemahnya kesadaran kolektif dalam berlalu lintas.
Baca Juga: Afrika Selatan Disanksi FIFA, Kemenangan Dibatalkan karena Teboho Mokoena Turun Saat Skorsing
Lebih jauh, publik menilai edukasi keselamatan jalan raya tidak boleh hanya jadi slogan. Pemerintah bersama komunitas otomotif dianggap perlu lebih aktif mengampanyekan etika berkendara, terutama kepada kelompok konvoi.
Sebab jalan raya adalah ruang bersama, dan sikap egois satu pengendara bisa berujung pada musibah besar bagi banyak orang.***
Artikel Terkait
Marc Marquez Disambut Prabowo di Istana, Bicara MotoGP Mandalika dan Sport Tourism Indonesia
Afrika Selatan Disanksi FIFA, Kemenangan Dibatalkan karena Teboho Mokoena Turun Saat Skorsing
Timnas Indonesia Siap Tantang Arab Saudi, Al Dawsari Diragukan Tampil di Laga Penentu
Awas Keracunan! Kenali Tanda Makanan Sudah Tak Layak Konsumsi
Polisi Penumpang Rantis Pelindas Affan Kurniawan Dijatuhi Sanksi Etika dan Penempatan Khusus
DPR Minta Segera Tangani Amburuknya Musala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo
Pemerintah Gelontorkan Rp30 Triliun Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2025
Sedia Payung! Jabodetabek Diperkirakan Diguyur Hujan Hari Ini
TOP Eks BIGBANG Siap Comeback Solo, Rilis Full Album Setelah 12 Tahun Vakum
Prabowo Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Pesan Kebangsaan Menggema