INSIBERNEWS - Sidoarjo dikejutkan dengan kabar robohnya sebuah bangunan asrama putra di salah satu pondok pesantren kawasan Buduran pada Senin, 29 September 2025.
Insiden yang terjadi secara tiba-tiba ini langsung memicu kepanikan, terutama di kalangan santri dan pengasuh pesantren yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, mengungkapkan bahwa sejumlah santri yang menjadi korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Meski begitu, hingga Senin malam jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan karena sebagian besar santri masih dievakuasi dari reruntuhan bangunan.
Baca Juga: Janji Patrick Kluivert: Siap Bikin Tato Jika Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2026
“Korban yang berhasil diselamatkan sudah langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara untuk jumlah pasti masih kami cek di lapangan,” jelas Christian.
Proses evakuasi sendiri menghadapi kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit. Hal ini membuat tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati agar upaya pencarian tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun petugas yang berada di sekitar reruntuhan.
Meski begitu, upaya percepatan tetap dilakukan. Polisi bersama TNI, BPBD, hingga relawan yang turun langsung ke lapangan telah menyiapkan berbagai peralatan khusus, termasuk enam unit alat berat yang sudah disiagakan di sekitar lokasi pondok pesantren.
“Kami sudah buka akses untuk masuknya alat berat, supaya bisa mempercepat proses pencarian. Saat ini enam alat berat sudah standby dan siap digunakan,” tambah Christian.
Selain aparat dan relawan, warga sekitar juga ikut memberikan bantuan, baik dengan tenaga maupun logistik sederhana seperti makanan dan air minum untuk para petugas yang bekerja tanpa henti sejak kejadian berlangsung.
Baca Juga: Billy Syahputra Resmi Jadi Ayah, Vika Kolesnaya Melahirkan Anak Pertama di Jakarta
Hingga malam, suasana di lokasi masih dipenuhi aktivitas evakuasi. Sorotan lampu besar dipasang untuk membantu petugas bekerja di tengah gelap, sementara suara alat berat dan komunikasi tim penyelamat terus terdengar di area reruntuhan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke titik evakuasi agar tidak mengganggu jalannya operasi. Bagi keluarga korban, pihak pesantren juga telah menyiapkan posko informasi agar bisa memantau perkembangan proses pencarian.
Artikel Terkait
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Bekas Galian Tanah Tangerang
Pratama Arhan Meskipun Tak Hadir Di Sidang Ikrar Talak Karena Tak Dapat Izin Dari Clubnya, Ia Sudah Resmi Bercerai Dengan Azizah Salsha
Kasus Keracunan MBG Banyumas Meluas, 408 Pelajar Terdampak
Presiden Prabowo Sebut MBG Sudah Diterima 30 Juta Penerima Manfaat : Anak-Anak Kita Harus Cukup Makan, MBG Harus Berjalan Terus
Prabowo Resmikan Akad Massal KPR Subsidi, Targetkan 3 Juta Rumah untuk Rakyat
Putin Undang Trump ke Moskow, Kremlin Masih Tunggu Jawaban Washington
Kejagung Bantarkan Penahanan Nadiem Makarim, Alasan Kesehatan Jadi Pertimbangan
Billy Syahputra Resmi Jadi Ayah, Vika Kolesnaya Melahirkan Anak Pertama di Jakarta
Wajah Prabowo Muncul di Billboard Tel Aviv, Disandingkan dengan Trump hingga Netanyahu
Janji Patrick Kluivert: Siap Bikin Tato Jika Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2026