INSIBERNEWS - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mengambil peran nyata dalam menjaga perdamaian dunia.
Dalam pidatonya di Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Palestina-Israel di markas besar PBB, New York, Senin (22/9/2025), Prabowo menyatakan kesediaan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk misi PBB.
“Kita siap untuk mengambil bagian kita dalam perjalanan ini. Kita siap untuk menyediakan dan mengirim pasukan penjaga perdamaian Indonesia untuk misi PBB,” ujar Prabowo lantang di hadapan para pemimpin dunia.
Baca Juga: Indonesia Kirim 13 Wakil ke Korea Open 2025, Ada Debutan hingga Juara Bertahan
Ia menekankan bahwa menghentikan kekerasan di Timur Tengah bukan hanya kebutuhan mendesak, tetapi juga kewajiban moral bagi komunitas internasional. Menurutnya, setiap nyawa yang hilang adalah tragedi, dan dunia tidak bisa terus membiarkan penderitaan berkepanjangan.
Di awal pidatonya, Prabowo menyerukan gencatan senjata segera di Gaza. Ia menggambarkan situasi di wilayah itu sebagai bencana kemanusiaan yang tidak boleh lagi diabaikan. Ia meminta semua pihak untuk menyingkirkan ego politik dan memprioritaskan kemanusiaan.
Baca Juga: Mediasi Selebgram Lisa Mariana dan Ridwan Kamil di Bareskrim, Restorative Justice Ditutup Rapat
Prabowo juga secara tegas mendesak Israel agar mengakui keberadaan Negara Palestina. Menurutnya, pengakuan ini menjadi syarat utama untuk memastikan masa depan yang damai dan stabil di kawasan.
Indonesia, kata Prabowo, berdiri teguh pada Deklarasi New York yang menekankan Solusi Dua Negara sebagai satu-satunya jalan keluar dari konflik berkepanjangan tersebut.
“Tidak ada alternatif lain. Dua negara, dua bangsa hidup berdampingan dengan damai. Itu adalah tujuan kita bersama,” tegasnya.
Komitmen Indonesia ini bukanlah hal baru. Sejak lama, Indonesia konsisten menyuarakan dukungan bagi Palestina di forum internasional, baik melalui diplomasi maupun bantuan kemanusiaan.
Namun, tawaran untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian kali ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap terlibat lebih jauh.
Kehadiran Prabowo di forum dunia itu mendapat sorotan luas. Ia tampil sebagai pemimpin yang tidak hanya membawa kepentingan nasional, tetapi juga mengusung pesan kemanusiaan untuk seluruh umat manusia.
Artikel Terkait
Heboh! Karyawan Zaskia Adya Mecca Dipukuli, Pelaku Mengaku Anggota Aparat
Chemistry Harry dan Aqeela Bikin Baper, Begini Respon Tak Terduga Navy!
Jasad Bocah 8 Tahun Ditemukan Membusuk di Indekos Penjaringan, Polisi Selidiki Misterinya
Puan Temui Perwakilan Buruh, Tuntutan UMP 2026 Naik hingga 10 Persen Disuarakan
Terjatuh di Lokasi Syuting Spider Man: Brand New Day, Tom Holland Dilarikan ke Rumah Sakit!
Kronologi Oknum TNI Pukul Ojol di Pontianak hingga Hidung Patah, Minta Maaf usai Viral di Medsos
Menko AHY Siap Kawal Pembangunan IKN hingga Persiapan Jadi Ibu Kota Politik 2028
Kembangkan Teknologi PLTS, Menkeu Purbaya Berencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga
Mediasi Selebgram Lisa Mariana dan Ridwan Kamil di Bareskrim, Restorative Justice Ditutup Rapat
Indonesia Kirim 13 Wakil ke Korea Open 2025, Ada Debutan hingga Juara Bertahan