Kembangkan Teknologi PLTS, Menkeu Purbaya Berencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 22 September 2025 | 17:56 WIB
Ilustrasi pengisian listrik  (Dok. PLN)
Ilustrasi pengisian listrik (Dok. PLN)

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tarif subsidi listrik yang terealisasikan pada semester I/2025 sebesar Rp36,6 triliun dan untuk sepanjang tahun 2025, kemungkinan akan mencapai Rp89 triliun.

Diungkapkan Menkeu, bahwa pemerintah tengah menyiapkan berbagai upaya untuk mengurangi anggaran subsidi listrik.

Diketahui belum lama ini dalam rapat terbatas di Hambalang, terdapat pembahasan mengenai program pengurangan subsidi listrik.

Baca Juga: Terjatuh di Lokasi Syuting Spider Man: Brand New Day, Tom Holland Dilarikan ke Rumah Sakit!

“Waktu itu dibicarakan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tapi kita lihat harganya masih agak terlalu tinggi,” ujar Purbaya dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 19 September 2025 lalu.

Menurut Purbaya pemerintah saat ini sedang mengembangkan teknologi, agar harga produksi mendekati harga yang lebih murah dari yang sekarang. Sehingga hasilnya nantinya pun bisa mengecilkan bahkan menghilangkan subsidi.

“Sedang dicari teknologi PLTS yang bagus, kemungkinan juga memakai sumber-sumber energi terbarukan yang lebih murah dibanding yang ada sekarang,” ucap Purbaya.

Baca Juga: Jasad Bocah 8 Tahun Ditemukan Membusuk di Indekos Penjaringan, Polisi Selidiki Misterinya

“Jadi sedang dicari PLTS tapi masih dihitung peningkatan efisiensinya,” tambahnya.

Subsidi Berkurang Tanpa Menaikkan Tarif Listrik
Tujuan penggunaan PLTS dan sumber energi terbarukan yang diharapkan bisa mengurangi anggaran subsidi, tidak serta-merta tarif listrik akan naik.

“Kalau subsidi berkurang bukan berarti naikin harganya, dicari sumber-sumber yang penghasil listrik yang pembiayaannya murah. Namanya usaha,” terangnya.

Baca Juga: Padel Jadi Tren Olahraga Baru-baru Ini, Apa Sih Istimewanya?

Menyerahkan pada Kementerian ESDM, Kemenkeu akan Fokus Investasi
Untuk perhitungan estimasi penerapannya, Purbaya menyatakan akan diserahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pihaknya akan fokus pada anggaran dan investasi di awal program.

“Pasti pertama ada pembiayaan sedikit kan, awalnya ada investasi. Kita akan hitung ulang itu,” kata Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani ini.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X