Pemimpin Palestina Minta Indonesia Fokus Bangun Rumah Sakit di Gaza, Bukan Relokasi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 3 September 2025 | 14:36 WIB
Warga Gaza Yang di isukan Relokasi ke Indonesia (Foto : AP/Jehad Alshrafi)
Warga Gaza Yang di isukan Relokasi ke Indonesia (Foto : AP/Jehad Alshrafi)

INSIBERNEWS - Presiden Nasional Inisiatif Palestina, Dr. Mustafa Al Barghouti, menyampaikan terima kasih kepada Indonesia atas rencana bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Namun, ia menekankan agar bentuk dukungan itu lebih diarahkan pada pembangunan fasilitas kesehatan di Gaza, bukan dengan memindahkan korban perang ke luar negeri.

“Kami menghargai solidaritas Indonesia. Tetapi kami menolak segala bentuk relokasi. Rakyat Palestina ingin tetap berada di tanah airnya. Yang paling dibutuhkan sekarang adalah rumah sakit di Gaza agar korban bisa dirawat di tempatnya sendiri,” ujar Barghouti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 2 September 2025.

Baca Juga: KPK Telisik Pengelolaan Dana Haji, Kepala BPKH Diperiksa soal Kuota Tambahan

Pernyataan tersebut menjadi respons atas rencana Presiden Prabowo Subianto yang menyiapkan Pulau Galang di Kepulauan Riau sebagai pusat pengobatan untuk sekitar 2.000 warga Gaza yang mengalami luka akibat agresi militer Israel.

Barghouti menegaskan, pemindahan warga Palestina keluar dari Gaza berpotensi menimbulkan dampak politis yang berbahaya. Menurutnya, relokasi bisa dipelintir sebagai bentuk pengusiran permanen, sejalan dengan agenda Israel yang berusaha melemahkan keberadaan rakyat Palestina di tanah mereka sendiri.

Baca Juga: Proyek Kota Modern AS 'Gaza Riviera' Bocor, Diduga Libatkan Investor Besar dengan Dana Fantastis

“Setiap relokasi akan selalu berisiko dipakai Israel sebagai alasan untuk mengatakan Palestina bisa diusir. Karena itu, bantuan terbaik adalah memperkuat layanan kesehatan di Gaza, bukan memindahkan rakyatnya,” tegas Barghouti.

Pulau Galang sendiri memiliki sejarah panjang dalam konteks pengungsian. Pada era Orde Baru, pulau ini menampung lebih dari 250 ribu pengungsi Vietnam atau yang dikenal sebagai manusia perahu hingga tahun 1996.

Baca Juga: Vanenburg Tantang Pemain Naturalisasi Buktikan Diri di Kualifikasi Piala Asia U-23

Saat pandemi Covid-19, pemerintah juga membangun Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) di lokasi ini untuk menangani pasien. Kini, gagasan penggunaannya kembali muncul, namun kali ini ditujukan untuk menampung korban perang dari Gaza.

Rencana ini sempat mendapat sorotan publik, terutama karena kondisi Gaza yang kian parah. Ribuan warga sipil terluka dan fasilitas medis di sana sebagian besar hancur akibat serangan. Banyak pihak menilai, membangun infrastruktur medis langsung di Gaza justru akan memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menjaga rakyat Palestina tetap berada di tanah mereka.

Baca Juga: AI Jadi Andalan Pekerja Remote, Bikin Kerja Jarak Jauh Lebih Efisien dan Minim Stres

Indonesia selama ini dikenal konsisten mendukung perjuangan Palestina. Sejumlah bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, logistik, hingga dukungan diplomatik telah dikirimkan dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X