Punya Potensi Besar, Mendag Sayangkan Waralaba Lokal yang Lebih Banyak tapi Kalah Populer dari Merek Asing

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:39 WIB
Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso sebut waralaba lokal lebih banyak dari asing.  (Instagram/budisantosofficial)
Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso sebut waralaba lokal lebih banyak dari asing. (Instagram/budisantosofficial)

INSIBERNEWS - Budi Santoso selaku Menteri Perdagangan (Mendag) menyoroti kondisi bisnis waralaba (franchise) di Indonesia. Ia mengungkap jumlah waralaba lokal lebih banyak dibandingkan merek asing.

Budi juga menyayangkan popularitas waralaba lokal yang masih kalah ramai dibanding merek asing.

"Kalau menurut data yang terdaftar, (bisnis waralaba lokal) lebih banyak, masih banyak waralaba lokal dibanding waralaba asing," kata Budi dalam acara Opening Ceremony the 24th International Franchise, Licence, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2025 di Jakarta, Jumat 29 Agustus 2025.

Baca Juga: Portofolio Sustainable Finance BRI Menjadi yang Terbesar di Indonesia, Berhasil Capai Rp807,8 Triliun

"Tapi mungkin, ya kadang-kadang kalau saat berbicara tentang kewirausahaan, waralaba asing itu lebih ramai," imbuhnya.

Menurutnya waralaba bisa menjadi jalan mudah untuk mendorong lahirnya wirausahawan baru. Diketahui, saat ini rasio kewirausahaan Indonesia masih di angka 3,1 persen, jauh di bawah negara maju yang rata-rata mencapai 10-12 persen.

Model bisnis waralaba dinilai punya kelebihan karena sistem manajemen dan operasionalnya sudah jelas, sehingga memudahkan para pelaku usaha pemula.

Baca Juga: Polisi Janji Usut Tuntas Kasus Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob

"Ya persyaratan untuk menjadi waralaba atau mewaralabakan produknya pun juga tetap. Artinya Bapak-Ibu tidak perlu ragu-ragu bagi teman-teman entrepreneur muda yang ingin berusaha. Dan costnya sebenarnya malah lebih murah," ujarnya.

Pemerintah juga mendorong ekspansi merek lokal ke luar negeri melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kemendag, BUMN, Pariwisata, UMKM, hingga Ekonomi Kreatif.

Upaya ini bertujuan memperkenalkan kuliner dan produk khas Indonesia di mancanegara.

Baca Juga: Investasi Kendaraan Listrik di RI Tembus Rp5,65 Triliun, Produsen Asing Kian Melirik

Budi menyebut sejumlah waralaba lokal telah menembus pasar Filipina dan Bangladesh.

Bahkan, pemerintah membuka kesempatan bagi pelaku waralaba untuk memanfaatkan kantor perwakilan dagang Indonesia di luar negeri.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X