Sri Mulyani Akui PR Berat: Genjot Pajak Sambil Jaga Iklim Investasi di 2026

Photo Author
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:47 WIB
Menteri Keuangan - Sri Mulyani  (Foto : Instagram/smindrawati)
Menteri Keuangan - Sri Mulyani (Foto : Instagram/smindrawati)

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah punya tantangan besar dalam menjaga keseimbangan kebijakan fiskal di tahun 2026. Di satu sisi, penerimaan pajak harus meningkat, tapi di sisi lain, iklim investasi juga perlu dijaga agar roda perekonomian bisa berputar lebih cepat.

Baca Juga: Rahasia Dibalik Bandana Ikonik G-dragon Terungkap, Begini Faktanya!

“Memang tugas kami berat di dua sisi yang sangat ekstrem. Harus bisa menaikkan penerimaan pajak, tapi juga tidak boleh membuat dunia usaha kehilangan semangat untuk berinvestasi,” kata Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Jumat (22/8).

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah menargetkan penerimaan pajak mencapai Rp2.357,7 triliun. Angka itu naik 13,5 persen dibandingkan dengan outlook penerimaan tahun ini yang diperkirakan sebesar Rp2.076,9 triliun.

Baca Juga: Seskab Teddy Tuai Pujian Berkat Kinerja Baik yang Dinilai Paling Paham Arah Kepemimpinan Presiden Prabowo

Selain pajak, penerimaan dari kepabeanan dan cukai juga dipatok naik 7,7 persen menjadi Rp334,3 triliun. Jika digabung, total penerimaan perpajakan di tahun depan ditargetkan mencapai Rp2.692 triliun, tumbuh 12,8 persen dari tahun ini.

Sri Mulyani menjelaskan, strategi fiskal yang disiapkan pemerintah tidak semata-mata hanya soal angka. Instrumen pajak akan diarahkan untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan begitu, kebijakan fiskal tidak menjadi beban, melainkan pendorong aktivitas usaha dan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Bongkar! Alasan Ahmad Dhani Rela Gelar Ultah Almira Yudhoyono di Rumahnya

Sebagai catatan, pemerintah juga menargetkan rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) naik menjadi 10,47 persen pada 2026. Angka ini lebih tinggi dari target tahun 2025 yang diproyeksikan hanya 10,03 persen.

Menurut Menkeu, peningkatan rasio pajak ini penting agar Indonesia bisa lebih mandiri dalam membiayai pembangunan, tanpa terlalu bergantung pada utang.

Tak hanya soal pajak, investasi juga jadi salah satu motor penggerak utama ekonomi tahun depan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi sebesar 5,2 persen pada 2026.

Baca Juga: Tumbuh Dewasa! Begini Penampilan Almira Yudhoyono Saat Rayakan Ulang Tahun ke-17

Target ini bakal didukung lewat pemberian insentif, perluasan kawasan ekonomi khusus, serta penguatan berbagai program yang memudahkan investor, baik dalam negeri maupun asing.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X