INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyita perhatian publik. Kali ini, giliran Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer yang diamankan bersama belasan orang lainnya pada Rabu malam hingga Kamis, 21 Agustus 2025. Hingga sore hari, total ada 14 orang yang telah ditangkap dalam operasi senyap tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan itu. Ia menyebut pihaknya masih mendalami keterlibatan masing-masing orang yang diamankan.
“Sampai dengan saat ini yang diamankan 14 orang,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Meski demikian, Budi belum merinci siapa saja yang ikut diamankan bersama Wamenaker. Pihak KPK masih melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh pihak yang terjaring dalam OTT.
“Identitas lengkapnya belum bisa kami sampaikan. Saat ini masih dalam proses klarifikasi dan pendalaman,” tambahnya.
Baca Juga: Ari Lasso vs WAMI: Polemik Royalti Musisi Kian Panas, DPR Turun Tangan
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, sebelumnya telah mengonfirmasi kabar penangkapan Immanuel Ebenezer. Ia menyebut bahwa OTT kali ini berkaitan dengan dugaan pemerasan.
Dari informasi yang dihimpun, terdapat 10 orang yang diamankan bersama Wamenaker dalam operasi pertama, sebelum akhirnya bertambah hingga 14 orang.
Sesuai dengan aturan, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang ditangkap. Nantinya, hasil pemeriksaan awal akan menjadi dasar apakah mereka ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.
Baca Juga: Jasad Pria Terikat Lakban Gegerkan Warga Bekasi, Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Pembunuhan
OTT ini menambah daftar panjang penindakan KPK sepanjang tahun 2025. Tercatat, operasi tangkap tangan terhadap Wamenaker merupakan yang kelima dilakukan KPK pada tahun ini. Fakta ini semakin menegaskan bahwa praktik korupsi masih terus menjadi tantangan besar di lingkup pemerintahan.
Penangkapan terhadap pejabat setingkat wakil menteri tentu bukan perkara kecil. Publik pun langsung ramai membicarakan kasus ini di media sosial, sebagian mengungkapkan rasa kecewa, sebagian lain menuntut KPK untuk mengusut tuntas tanpa pandang bulu.
Baca Juga: Tragis! Minibus Rombongan Pelajar Tertabrak Kereta di Padang, Dua Meninggal Dunia
Artikel Terkait
KPK Buka Kasus Baru Korupsi Bansos, Kerugian Negara Sementara Ditaksir Rp200 Miliar
Pemerintah Manfaatkan SAL Rp60 Triliun untuk Jaga Fiskal 2026, Kurangi Utang dan Jadi Penyangga Ekonomi
Moms Wajib Tau! Jangan Sembarangan Kasih Bayi Madu, Ini Waktu yang Tepat!
Hal yang Harus Orangtua Perhatikan Agar Anak di Bawah 5 Tahun Tidak Kena Cacingan
Singapura Siap Hukum Berat Pengguna dan Penjual Vape, Bisa Setara Kasus Narkoba
Porsche Carrera Cup Asia 2025 Siap Panaskan Sirkuit Mandalika Akhir Pekan Ini
Tragis! Minibus Rombongan Pelajar Tertabrak Kereta di Padang, Dua Meninggal Dunia
Jasad Pria Terikat Lakban Gegerkan Warga Bekasi, Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Pembunuhan
Bagian Penting Transformasi, Begini Strategi BRI Jaga Kualitas Portofolio Lewat Penguatan Manajemen Risiko
Ari Lasso vs WAMI: Polemik Royalti Musisi Kian Panas, DPR Turun Tangan