Target Investasi 2026 Naik Jadi Rp2.175 Triliun, Pemerintah Pasang Ambisi Lebih Tinggi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 18 Agustus 2025 | 07:47 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah Indonesia (Photo : Shutterstock.com/Maciej Matlak)
Ilustrasi Uang Rupiah Indonesia (Photo : Shutterstock.com/Maciej Matlak)

INSIBERNEWS - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lewat sektor investasi. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan target investasi tahun 2026 sebesar Rp2.175,26 triliun. Angka tersebut melonjak 14,2 persen dibanding target 2025 yang dipatok Rp1.905,6 triliun.

Baca Juga: Warga Karimun Resah, Beras Rusak Masih Dijual di Toko dan Swalayan

Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa target tersebut disusun berdasarkan perhitungan dan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Ia menekankan, angka ini bukan asal ditetapkan, melainkan sudah melalui kajian terhadap kebutuhan pembangunan dan arah pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: KAHMI Foundation Gelar Program Makan Sehat Anak Yatim di Karawaci

“Target pada 2026 yang ditetapkan Bappenas kepada kami adalah Rp2.175,26 triliun. Artinya, ada peningkatan sebesar 14,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini tantangan besar, tapi juga peluang yang harus kita maksimalkan,” ujar Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Kenaikan target ini menunjukkan kepercayaan pemerintah bahwa iklim investasi di Indonesia semakin membaik. Faktor-faktor pendukung seperti stabilitas politik, kemudahan berusaha, hingga program hilirisasi diyakini mampu menarik investor untuk menanamkan modal lebih besar di tanah air.

Baca Juga: Panggung Pesta Rakyat Siap Guncang Jakarta di HUT RI ke-80, Catat Lokasi dan Line Up-nya!

Rosan menambahkan, sektor hilirisasi tetap akan menjadi motor utama dalam pencapaian target. Hilirisasi dianggap mampu memberikan nilai tambah bagi produk mentah Indonesia, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan jadi.

“Investasi bukan hanya soal angka, tapi juga dampaknya bagi masyarakat. Dengan hilirisasi, kita ingin membuka lapangan kerja, memperkuat industri dalam negeri, dan memastikan bahwa nilai tambah sumber daya alam kita bisa dinikmati di dalam negeri,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Renungan Suci di TMP Kalibata, Hening Malam Penuh Makna

Meski begitu, pemerintah menyadari bahwa target ambisius ini tidak akan tercapai tanpa kerja sama dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, Kementerian Investasi menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk penyederhanaan regulasi, peningkatan layanan perizinan, serta memperluas promosi investasi ke negara-negara mitra.

Baca Juga: 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, Happy Salma dan Reza Rahadian Pentaskan Bunga Penutup Abad

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X