INSIBERNEWS - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait target ambisius pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Ia mengakui, target tersebut belum bisa terealisasi pada tahun 2025.
Menurut Fahri, ada sejumlah indikator kinerja utama atau KPI yang harus dicapai Kementerian PKP untuk mewujudkan program ini.
KPI tersebut meliputi renovasi rumah rakyat, penataan kawasan, pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), hingga penyediaan 1 juta unit hunian baru di kawasan perkotaan.
Baca Juga: Agnez Mo Menang di Kasasi, Bebas dari Kewajiban Bayar Denda Rp 1,5 Miliar ke Ari Bias
Sayangnya, hingga pertengahan tahun ini, belum ada satu pun KPI yang berhasil direalisasikan. Fahri menyebut hambatan utama terletak pada persoalan anggaran yang belum cair sesuai kebutuhan.
“Target renovasi rumah dalam program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) tertunda karena aturan baru baru terbit dua pekan lalu,” jelas Fahri, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: Bikin Kagum! Sabrina Chairunnisa Istri Deddy Corbuzier Biayai Pendidikan Hampir 90 Anak!
Akibatnya, pencairan dana bantuan belum dapat dilakukan. Proses administrasi juga masih memerlukan waktu, mulai dari penyusunan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis), hingga tahap sosialisasi dan pendataan calon penerima manfaat.
Fahri menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program ini, meskipun realisasinya meleset dari target waktu.
Menurutnya, keberhasilan program 3 juta rumah memerlukan koordinasi lintas sektor, keterlibatan pemerintah daerah, serta dukungan anggaran yang konsisten.
Baca Juga: Ari Lasso Terima Kabar Anak Jadi Korban Perampokan, Reaksi Profesionalnya Jadi Sorotan
Ia juga menyoroti pentingnya penataan kawasan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga memperhatikan fasilitas pendukung seperti jalan lingkungan, saluran air, taman, dan ruang terbuka publik agar kualitas hidup warga meningkat.
“Pembangunan rumah bukan hanya soal jumlah unit, tapi juga soal layak huni dan lingkungan yang sehat,” tambahnya.
Baca Juga: 61 Ribu Lebih Warga Palestina Gugur di Gaza, Korban Terus Bertambah di Tengah Perang Tanpa Henti
Artikel Terkait
G-Dragon dan Bos YG Entertainment Diterpa Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Australia Siap Akui Palestina, Albanese Sebut Gaza Alami Bencana Kemanusiaan
Bukan Sekadar Kedekatan, Pengamat Nilai Seskab Teddy Dipilih Prabowo Melalui Standar Tinggi
Tragis! Gegara Cari Istri Tak Ketemu, Pria Di Madura Gorok Leher Keponakan Usia 4 Tahun Hingga Tewas
Ari Lasso Galang Dukungan Petisi Audit WAMI, Ingin Royalti Musik Lebih Transparan
61 Ribu Lebih Warga Palestina Gugur di Gaza, Korban Terus Bertambah di Tengah Perang Tanpa Henti
Ari Lasso Terima Kabar Anak Jadi Korban Perampokan, Reaksi Profesionalnya Jadi Sorotan
Wajib Tau! Kenali Tanda Normal dan Tidak Normal pada Kucing Kesayanganmu
Bikin Kagum! Sabrina Chairunnisa Istri Deddy Corbuzier Biayai Pendidikan Hampir 90 Anak!
Agnez Mo Menang di Kasasi, Bebas dari Kewajiban Bayar Denda Rp 1,5 Miliar ke Ari Bias