INSIBERNEWS - Tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali mencatat angka yang menggetarkan hati. Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu (13/8/2025) melaporkan, setidaknya 61.722 warga Palestina telah kehilangan nyawa sejak serangan militer Israel dimulai pada Oktober 2023.
Hanya dalam kurun 24 jam terakhir, 123 jenazah baru dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, 437 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Dengan tambahan ini, total korban jiwa dan korban luka sejak awal perang mencapai 154.525 orang.
Baca Juga: Ari Lasso Galang Dukungan Petisi Audit WAMI, Ingin Royalti Musik Lebih Transparan
“Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan di jalanan, sementara ambulans dan tim pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikutip dari Anadolu pada Kamis (14/8/2025).
Situasi di lapangan digambarkan sangat memprihatinkan. Banyak keluarga terpaksa mencari anggota keluarganya sendiri di antara puing-puing, karena bantuan medis tak kunjung datang akibat intensitas serangan dan blokade yang membatasi akses.
Baca Juga: Tragis! Gegara Cari Istri Tak Ketemu, Pria Di Madura Gorok Leher Keponakan Usia 4 Tahun Hingga Tewas
Rumah sakit yang tersisa di Gaza pun sudah kewalahan. Fasilitas kesehatan kekurangan obat-obatan, peralatan medis, hingga tenaga medis yang mampu menangani gelombang korban yang terus berdatangan setiap harinya.
Sementara itu, masyarakat internasional terus mendesak gencatan senjata dan akses kemanusiaan yang lebih luas. Namun, hingga kini, upaya diplomasi belum membuahkan hasil konkret yang dapat menghentikan penderitaan warga Gaza.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kedekatan, Pengamat Nilai Seskab Teddy Dipilih Prabowo Melalui Standar Tinggi
Sejak Oktober 2023, wilayah yang padat penduduk ini telah menjadi pusat pertempuran sengit. Serangan udara, artileri, hingga blokade darat dan laut telah memutus hampir seluruh jalur pasokan kebutuhan dasar, membuat kehidupan warga Gaza semakin sulit.
Laporan dari berbagai organisasi kemanusiaan menyebutkan, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka menjadi pihak paling rentan di tengah situasi yang terus memburuk, tanpa tempat aman untuk berlindung.
Baca Juga: Australia Siap Akui Palestina, Albanese Sebut Gaza Alami Bencana Kemanusiaan
Selain korban jiwa, dampak perang ini juga menghancurkan infrastruktur penting, mulai dari sekolah, rumah ibadah, jaringan listrik, hingga fasilitas air bersih. Banyak warga kini hidup tanpa tempat tinggal dan bergantung pada bantuan darurat yang jumlahnya sangat terbatas.
Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan, selama serangan masih berlangsung dan akses kemanusiaan terhambat, angka korban diperkirakan akan terus bertambah. Dunia internasional pun diingatkan untuk tidak tinggal diam melihat bencana kemanusiaan terbesar dalam beberapa dekade terakhir ini. ***
Artikel Terkait
Bocornya Data Pelanggan JNE, 81 Juta Informasi Terancam Disalahgunakan
Siap Tayang 2026! Pelangi di Mars dari PFN Bakal Ramaikan Film Animasi Indonesia
BRI Dukung Industri Kecantikan dan Fashion dengan Hadirkan Beauty, Fashion, and Fragrance Festival 2025
Sri Mulyani Beberkan Rencana Besar MBG 2026: Anggaran Tembus Rp300 Triliun
Secret Number Siap Comeback, Sambut Empat Member Baru Termasuk Idol Asal Indonesia
G-Dragon dan Bos YG Entertainment Diterpa Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Australia Siap Akui Palestina, Albanese Sebut Gaza Alami Bencana Kemanusiaan
Bukan Sekadar Kedekatan, Pengamat Nilai Seskab Teddy Dipilih Prabowo Melalui Standar Tinggi
Tragis! Gegara Cari Istri Tak Ketemu, Pria Di Madura Gorok Leher Keponakan Usia 4 Tahun Hingga Tewas
Ari Lasso Galang Dukungan Petisi Audit WAMI, Ingin Royalti Musik Lebih Transparan