INSIBERNEWS - Pemerintah Australia mengambil langkah bersejarah dalam kebijakan luar negerinya. Perdana Menteri Anthony Albanese pada Senin (11/8/2025) mengumumkan bahwa Australia akan secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.
Keputusan ini datang di tengah tekanan politik yang kian menguat dari dalam negeri, termasuk desakan para menteri di kabinetnya serta kelompok masyarakat sipil.
Selama berminggu-minggu terakhir, perdebatan mengenai pengakuan Palestina menjadi salah satu isu panas di parlemen dan media Australia.
Baca Juga: G-Dragon dan Bos YG Entertainment Diterpa Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Albanese menyebut bahwa kondisi di Gaza kini sudah berada pada titik yang sangat memprihatinkan. Ia bahkan menyebutnya sebagai “bencana kemanusiaan” yang tidak bisa lagi diabaikan oleh komunitas internasional.
"Rakyat Palestina berhak mendapatkan pengakuan atas hak mereka untuk hidup damai dan berdaulat. Keputusan ini adalah bagian dari komitmen Australia untuk mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan," ujar Albanese kepada wartawan setelah rapat kabinet.
Baca Juga: Secret Number Siap Comeback, Sambut Empat Member Baru Termasuk Idol Asal Indonesia
Australia berencana meresmikan pengakuan ini secara diplomatik pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar September mendatang. Hal ini akan menjadikan Australia sebagai salah satu negara besar di kawasan Pasifik yang mengambil sikap tegas dalam isu Palestina.
Langkah Canberra ini mengikuti sinyal yang sebelumnya sudah disampaikan oleh sejumlah negara Barat, seperti Prancis, Inggris, dan Kanada. Ketiganya telah mengindikasikan kesiapan untuk mengambil posisi serupa, meskipun belum semua merilis jadwal resmi pengakuannya.
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Rencana Besar MBG 2026: Anggaran Tembus Rp300 Triliun
Keputusan ini diperkirakan akan menuai reaksi beragam di panggung internasional. Pihak yang mendukung akan melihatnya sebagai dorongan positif untuk proses perdamaian, sementara pihak yang menentang kemungkinan menganggapnya sebagai langkah yang dapat memperumit hubungan diplomatik di Timur Tengah.
Bagi Australia sendiri, keputusan ini mencerminkan perubahan arah kebijakan luar negeri yang lebih berani dan humanis. Selama ini, Canberra dikenal cukup hati-hati dalam mengambil sikap tegas terkait konflik Israel-Palestina.
Baca Juga: Kenapa Cowok Suka Naik Moge? Ternyata Bukan Cuma Mau Keliatan Ganteng, Ini Alasannya!
Kini, semua mata akan tertuju pada September nanti, saat Albanese berpidato di hadapan Majelis Umum PBB. Pengakuan resmi Australia terhadap Palestina diprediksi akan menjadi salah satu momen diplomasi paling bersejarah bagi negara tersebut di abad ke-21.
Artikel Terkait
Gladi Upacara HUT ke-80 RI, Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara Dialihkan
Hati-Hati! Kuota 50GB Gratis Spesial HUT RI di WhatsApp Ternyata Hoaks
Bobby Rasyidin Resmi Jabat Direktur Utama KAI, Susunan Direksi dan Komisaris Diperbarui
Kenapa Cowok Suka Naik Moge? Ternyata Bukan Cuma Mau Keliatan Ganteng, Ini Alasannya!
Bocornya Data Pelanggan JNE, 81 Juta Informasi Terancam Disalahgunakan
Siap Tayang 2026! Pelangi di Mars dari PFN Bakal Ramaikan Film Animasi Indonesia
BRI Dukung Industri Kecantikan dan Fashion dengan Hadirkan Beauty, Fashion, and Fragrance Festival 2025
Sri Mulyani Beberkan Rencana Besar MBG 2026: Anggaran Tembus Rp300 Triliun
Secret Number Siap Comeback, Sambut Empat Member Baru Termasuk Idol Asal Indonesia
G-Dragon dan Bos YG Entertainment Diterpa Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta