Australia Siap Akui Palestina, Albanese Sebut Gaza Alami Bencana Kemanusiaan

Photo Author
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:27 WIB
Ilustrasi Bendera Palestina (Photo : Universitas Islam Indonesia)
Ilustrasi Bendera Palestina (Photo : Universitas Islam Indonesia)

INSIBERNEWS - Pemerintah Australia mengambil langkah bersejarah dalam kebijakan luar negerinya. Perdana Menteri Anthony Albanese pada Senin (11/8/2025) mengumumkan bahwa Australia akan secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.

Keputusan ini datang di tengah tekanan politik yang kian menguat dari dalam negeri, termasuk desakan para menteri di kabinetnya serta kelompok masyarakat sipil.

Selama berminggu-minggu terakhir, perdebatan mengenai pengakuan Palestina menjadi salah satu isu panas di parlemen dan media Australia.

Baca Juga: G-Dragon dan Bos YG Entertainment Diterpa Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

Albanese menyebut bahwa kondisi di Gaza kini sudah berada pada titik yang sangat memprihatinkan. Ia bahkan menyebutnya sebagai “bencana kemanusiaan” yang tidak bisa lagi diabaikan oleh komunitas internasional.

"Rakyat Palestina berhak mendapatkan pengakuan atas hak mereka untuk hidup damai dan berdaulat. Keputusan ini adalah bagian dari komitmen Australia untuk mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan," ujar Albanese kepada wartawan setelah rapat kabinet.

Baca Juga: Secret Number Siap Comeback, Sambut Empat Member Baru Termasuk Idol Asal Indonesia

Australia berencana meresmikan pengakuan ini secara diplomatik pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar September mendatang. Hal ini akan menjadikan Australia sebagai salah satu negara besar di kawasan Pasifik yang mengambil sikap tegas dalam isu Palestina.

Langkah Canberra ini mengikuti sinyal yang sebelumnya sudah disampaikan oleh sejumlah negara Barat, seperti Prancis, Inggris, dan Kanada. Ketiganya telah mengindikasikan kesiapan untuk mengambil posisi serupa, meskipun belum semua merilis jadwal resmi pengakuannya.

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Rencana Besar MBG 2026: Anggaran Tembus Rp300 Triliun

Keputusan ini diperkirakan akan menuai reaksi beragam di panggung internasional. Pihak yang mendukung akan melihatnya sebagai dorongan positif untuk proses perdamaian, sementara pihak yang menentang kemungkinan menganggapnya sebagai langkah yang dapat memperumit hubungan diplomatik di Timur Tengah.

Bagi Australia sendiri, keputusan ini mencerminkan perubahan arah kebijakan luar negeri yang lebih berani dan humanis. Selama ini, Canberra dikenal cukup hati-hati dalam mengambil sikap tegas terkait konflik Israel-Palestina.

Baca Juga: Kenapa Cowok Suka Naik Moge? Ternyata Bukan Cuma Mau Keliatan Ganteng, Ini Alasannya!

Kini, semua mata akan tertuju pada September nanti, saat Albanese berpidato di hadapan Majelis Umum PBB. Pengakuan resmi Australia terhadap Palestina diprediksi akan menjadi salah satu momen diplomasi paling bersejarah bagi negara tersebut di abad ke-21.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X