140 Guru Sekolah Rakyat Pilih Mundur, Gus Ipul: Masih Banyak yang Siap Menggantikan

Photo Author
- Kamis, 31 Juli 2025 | 08:44 WIB
Ilustrasi Bangku Sekolah (Foto : jambiupdate.co)
Ilustrasi Bangku Sekolah (Foto : jambiupdate.co)

INSIBERNEWS - Kabar kurang menyenangkan datang dari program Sekolah Rakyat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan, ada sekitar 140 guru yang memilih mengundurkan diri dari tugas mereka di berbagai titik sekolah.

Hal itu disampaikan Gus Ipul usai menghadiri agenda di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/7). Ia menyebut, jumlah tersebut merupakan data terbaru setelah proses penempatan ribuan guru selesai dilakukan.

Baca Juga: Steffi Zamora dan Nino Fernandez Pamer Foto ala Prewedding, Netizen Heboh Tebak-Tebak Status

“Setelah melalui proses panjang, ada lebih dari 1.500 guru yang sudah ditempatkan di berbagai titik Sekolah Rakyat. Tapi memang dalam perjalanannya, ada sekitar 140 guru yang mengundurkan diri dari berbagai lokasi,” kata Gus Ipul.

Ia tidak merinci alasan pasti para guru memutuskan mundur, namun menegaskan pemerintah tetap menghormati keputusan tersebut. Menurutnya, setiap guru memiliki pertimbangan pribadi, baik terkait lokasi penempatan, beban kerja, maupun faktor keluarga.

Meski ada guru yang mundur, Gus Ipul memastikan tidak akan ada kekosongan tenaga pengajar di Sekolah Rakyat. Sebab, stok guru cadangan masih sangat banyak dan siap ditugaskan kapan saja.

Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Menag Suryadharma Ali Meninggal Dunia di Usia 69 Tahun

“Di belakang mereka, sudah ada 50 ribu lebih guru yang telah mengikuti proses pendidikan profesi dan siap menggantikan. Mereka hanya tinggal menunggu penempatan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan di daerah yang sulit terjangkau. Guru yang ditempatkan tidak hanya mengajar, tetapi juga membantu membangun ekosistem pendidikan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Berapa Umur Rachmat Irianto? Inilah Biodata Pemain Baru Persebaya Surabaya

Gus Ipul menambahkan, meskipun ada tantangan, pihaknya optimis program ini tetap berjalan baik. Pemerintah terus berupaya memastikan setiap sekolah memiliki guru yang berkualitas, baik dari segi kompetensi maupun kesiapan mental.

“Yang terpenting, kita ingin anak-anak di seluruh penjuru negeri tetap mendapatkan hak pendidikannya. Mundurnya beberapa guru tidak akan menghentikan semangat kita untuk melanjutkan program ini,” tutupnya.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X