Inggris Siap Pertimbangkan Pengakuan Palestina pada September, Starmer Dorong Israel Serius Wujudkan Perdamaian

Photo Author
- Kamis, 31 Juli 2025 | 08:19 WIB
Ilustrasi Bendera Palestina (Photo : Universitas Islam Indonesia)
Ilustrasi Bendera Palestina (Photo : Universitas Islam Indonesia)

INSIBERNEWS - Pemerintah Inggris mulai membuka peluang besar untuk secara resmi mengakui negara Palestina pada September 2025. Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan, langkah ini akan diambil sebagai bagian dari dorongan nyata terhadap solusi dua negara yang selama ini terus terhambat.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Rabu (30/7), Starmer menyampaikan bahwa pengakuan Palestina bukan sekadar simbol politik, melainkan bagian dari upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.

Baca Juga: Tri Setiawan Ini Kelahiran Mana? Inilah Biodata Pemain Baru Malut United di Liga Super 2025

“Israel harus mengakhiri kondisi krisis di Gaza, menyepakati gencatan senjata, dan menunjukkan komitmen terhadap perdamaian jangka panjang yang membuka kembali peluang solusi dua negara,” ujar Starmer.

Ia menambahkan, waktu yang dipilih untuk pengakuan ini sangat penting. Menurutnya, keputusan harus diambil pada momen yang mampu memberi dampak maksimal bagi proses perdamaian.

Baca Juga: Daftar Pemain Baru Dewa United di Liga Super 2025, Ada yang Tahu Siapa Saja

“Saya sudah berulang kali menegaskan bahwa Inggris akan mengakui negara Palestina sebagai kontribusi terhadap proses perdamaian. Namun, hal itu dilakukan pada saat yang tepat agar manfaatnya benar-benar terasa,” lanjutnya.

Langkah Inggris ini sejalan dengan rencana serupa dari Prancis. Presiden Emmanuel Macron sebelumnya mengumumkan bahwa negaranya akan mengakui Palestina pada forum Majelis Umum PBB di bulan September. Dukungan dua negara besar Eropa ini diharapkan memberi tekanan diplomatik tambahan kepada Israel.

Baca Juga: Biodata Patricio Matricardi, Pemain Asing Baru Persib Bandung di Liga Super 2025

Situasi di Gaza sendiri masih memprihatinkan. Serangan demi serangan telah memicu krisis kemanusiaan yang membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal, akses pangan, dan layanan kesehatan. PBB berulang kali memperingatkan, tanpa langkah politik yang konkret, penderitaan warga sipil akan terus berlanjut.

Langkah pengakuan Palestina oleh Inggris dan Prancis dipandang sebagai sinyal kuat bahwa diplomasi Eropa mulai mengambil peran lebih aktif dalam mendorong perdamaian. Kini, sorotan tertuju pada Israel: apakah mereka akan merespons dengan membuka jalan bagi perundingan damai atau tetap bertahan pada posisi lama yang membuat konflik tak kunjung reda.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X