Harga Minyak Dunia Melonjak, Tekanan AS ke Rusia dan Meredanya Perang Dagang Jadi Pemicu

Photo Author
- Rabu, 30 Juli 2025 | 09:40 WIB
Trump Bicara dengan Putin, Tegaskan AS Tak Akan Diam jika Perang Ukraina Meningkat (Foto Ilustrasi ) (foto: Istimewa)
Trump Bicara dengan Putin, Tegaskan AS Tak Akan Diam jika Perang Ukraina Meningkat (Foto Ilustrasi ) (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Harga minyak global kembali merangkak naik pada perdagangan Selasa waktu AS (Rabu WIB). Kenaikan ini mencapai lebih dari tiga persen, dipicu oleh eskalasi tekanan Amerika Serikat terhadap Rusia terkait perang di Ukraina, serta sinyal meredanya ketegangan perdagangan antara Washington dan mitra dagangnya.

Mengutip data dari Yahoo Finance, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik USD 2,47 atau 3,53 persen, menjadi USD 72,51 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut terkerek USD 2,50 atau 3,75 persen, mencapai USD 69,21 per barel. Keduanya mencatat level tertinggi sejak 20 Juni lalu.

Baca Juga: Momen Manis di Konser G-Dragon Kuala Lumpur, Atlet Paralimpiade Dapat Undangan Khusus

Kenaikan harga ini terjadi usai Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancaman keras terhadap Moskow. Ia menegaskan akan memberlakukan tarif impor tambahan dan sanksi lainnya dalam 10 hari ke depan jika Rusia tidak menunjukkan kemajuan nyata dalam menghentikan perang di Ukraina.

“Rusia harus segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan konflik. Jika tidak, kami akan bertindak,” ujar Trump dalam pernyataan persnya.

Baca Juga: Telinga Berdengung karena Kemasukan Air? Begini Cara Aman Mengeluarkannya

Selain Rusia, China juga ikut menjadi sorotan. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengingatkan Beijing terkait pembelian minyak dari Rusia yang tengah terkena sanksi. Menurutnya, jika China terus melanjutkan impor minyak tersebut, Negeri Tirai Bambu berpotensi menghadapi tarif tinggi dari AS.

Pernyataan Bessent disampaikan usai menyelesaikan dua hari perundingan bilateral antara AS dan China. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari titik temu dalam sengketa ekonomi yang telah berlangsung lama, sekaligus mencoba meredakan ketegangan dalam hubungan perdagangan kedua negara.

Baca Juga: Kategori Beras Premium dan Medium Dihapus, Pemerintah Terapkan Skema Baru di Pasar

Meredanya tensi perang dagang memberi sentimen positif di pasar. Investor menilai situasi ini dapat mendukung pertumbuhan permintaan energi global, yang otomatis menjadi kabar baik bagi harga minyak.

Meski demikian, kenaikan harga minyak masih dibayangi risiko dari ketidakpastian geopolitik. Analis energi memperkirakan harga minyak bisa terus berfluktuasi tajam jika tensi Rusia-Ukraina kembali meningkat atau jika pembicaraan perdagangan AS-China kembali menemui jalan buntu.

Untuk saat ini, pasar masih memantau langkah selanjutnya dari Washington dan Moskow. Di tengah dinamika yang ada, harga minyak diprediksi tetap berada dalam tren naik, setidaknya dalam jangka pendek.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X