Gempa Dahsyat 8,7 SR Guncang Rusia, Peringatan Tsunami Meluas ke Jepang hingga Hawaii

Photo Author
- Rabu, 30 Juli 2025 | 08:36 WIB
Ilustrasi gempa megathrust (Istimewa)
Ilustrasi gempa megathrust (Istimewa)

INSIBERNEWS - Kawasan Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur Jauh, diguncang gempa besar berkekuatan 8,7 magnitudo pada Selasa (29/7). Guncangan yang begitu kuat ini memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah di sekitar Samudra Pasifik Utara.

Gelombang tsunami dengan potensi ketinggian mencapai 3 meter diperkirakan mengancam wilayah pantai Rusia, Jepang, Hawaii, hingga Guam. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik telah mengeluarkan imbauan bagi negara-negara yang berpotensi terdampak.

Baca Juga: Desa Ujong Baroh Geger, Pria Lansia Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dapur Rumahnya

Badan Meteorologi Jepang terus memperbarui peringatan bahaya tsunami. Gelombang diprediksi akan mencapai pesisir Jepang pada pukul 10.00 hingga 11.30 waktu setempat. Masyarakat di wilayah pesisir pun diminta segera mencari tempat aman. 

Kantor berita NHK mengumumkan perintah evakuasi bagi warga di beberapa prefektur yang berisiko terkena dampak. Sirene peringatan dibunyikan di berbagai kota untuk mempercepat proses evakuasi.

Menurut laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi di kedalaman sekitar 19,3 kilometer. Titik episentrum berada sekitar 125 kilometer di tenggara kota Petropavlovsk-Kamchatsky, kota pesisir yang dihuni sekitar 165 ribu jiwa.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Sebut Penyebab Kematian Diploma Muda, Arya Daru Tidak Ditemukan Ancaman Dari Pihak Lain

Pemerintah Kamchatka bergerak cepat melakukan evakuasi penduduk di sepanjang pesisir Teluk Avacha. Warga diminta menjauh dari garis pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi.

Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, menegaskan bahwa gempa kali ini termasuk salah satu yang terkuat dalam satu dekade terakhir.

“Gempa hari ini serius dan termasuk besar dalam 10 tahun terakhir. Kami meminta semua warga tetap tenang namun waspada,” ujarnya.

Baca Juga: Kisah Pilu Hafid, Dokter Spesialis THT yang Memilih Tinggal di Kolong Jembatan Usai Kehilangan Keluarga

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga bergegas menuju dataran tinggi sambil membawa barang seadanya. Lalu lintas menuju jalur evakuasi sempat padat, namun aparat memastikan proses berjalan teratur.

Hingga kini, belum ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa. Namun otoritas setempat dan tim internasional terus memantau situasi sambil menunggu gelombang tsunami yang diperkirakan tiba di beberapa lokasi dalam beberapa jam ke depan.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X