Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan pertemuan di Malaysia ini akan dimediasi oleh pemimpin Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim juga diselenggarakan dengan partisipasi China sebagai sekutu perdagangan dan politik utama.
“Tujuan pertemuan ini adalah untuk mencapai gencatan senjata segera yang diprakarsai oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh kedua perdana menteri Kamboja dan Thailand,” kata Hun Manet, masih dilansir dari Malay Mail.
Setidaknya ada 35 orang tewas dan lebih dari 200.000 orang mengungsi sejak Kamis, 24 Juli 2025 lalu seiring kedua negara memperebutkan beberapa kuil kuno di wilayah perbatasan tersebut.
Artikel Terkait
Polemik Fatwa Haram Sound Horeg, MUI Pusat Soroti Dampak Kesehatan hingga Perekonomian
Respons Anies Baswedan soal Isu Comeback di Pilpres 2029, Plus Sinyal Bakal Gandeng Ahok?
Perebutan Peringkat Tiga Piala AFF U23 2025: Ini Prediksi Skor Filipina vs Thailand
Penyaluran KPR Subsidi Program 3 Juta Rumah Didominasi FLPP, BRI Perkuat Komitmen Tingkatkan Akses Hunian Terjangkau
Berbeda dengan Kemewahan Ria Ricis, Teuku Ryan Siapkan Ulang Tahun Moana Secara Sederhana
Yuri SNSD Mendadak Jadi Instruktur Yoga, Donasi Ratusan Juta Demi Anjing Terlantar!