Menurut Ary, ini bukti bahwa komunikasi antara pemerintah desa dan warganya berjalan dengan baik.
“Sampai hari ini, sudah ada beberapa keluarga yang memutuskan mengungsi. Ada yang ke rumah belakang, ada juga yang ke rumah kerabat. Sound horeg-nya sendiri ada sebelas unit yang akan tampil,” tambah Ary.
Baca Juga: Dianggap Mengganggu dan Diharamkan, Sound Horeg Justru Mau Dilombakan Bupati Blitar?
Meski begitu, acara ini tetap menjadi momen yang ditunggu-tunggu warga. Selain sebagai ajang hiburan, karnaval ini juga menjadi bentuk rasa syukur warga dusun atas berkah yang mereka terima. Tentu saja, harapannya acara bisa berlangsung meriah tanpa meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Dengan segala pro dan kontra seputar penggunaan sound horeg yang sering jadi perbincangan di berbagai daerah, langkah antisipatif seperti yang dilakukan oleh Pemdes Donowarih ini bisa jadi contoh bagaimana tradisi bisa tetap dijaga tanpa mengesampingkan kenyamanan dan keselamatan warga.
Artikel Terkait
Hati-Hati dengan Hatimu! Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Bisa Rusak Liver
Setelah Skandal dengan Syahnaz, Rendy Kjaernett Kembali Diterpa Isu Perselingkuhan
Lesti Kejora Menangis di MK Soal UU Hak Cipta, Begini Tanggapan Hotman Paris
Kekayaan Nadiem Makarim Turun Drastis, KPK Soroti Proyek Google Cloud di Kemendikbud
Berawal dari Dapur Rumah Hingga Tembus Pasar Global, Usaha Sambal Ini Tumbuh Lewat Pemberdayaan BRI
Dianggap Mengganggu dan Diharamkan, Sound Horeg Justru Mau Dilombakan Bupati Blitar?
'Saya Sudah Jadi Perempuan' Pengakuan Mengejutkan Oscar Lawalata di Podcast Grace Tahir
Jatuh usai Tergelincir, Dua Pengendara Motor Meninggal Dunia Terlindas Truk
Sering Sembelit? Itu Bisa Jadi Tanda Kanker Kolon Mengintai Tubuhmu Diam-Diam!
TRAGIS! Anggota TNI di Medan Tega Bunuh Istri, Korban Ditusuk 3 Kali hingga Tewas