China Balas Uni Eropa, Larang Pembelian Alat Medis dan Kenakan Bea Brendi Asal Prancis

Photo Author
- Senin, 7 Juli 2025 | 15:20 WIB
Ilustrasi alat medis (Foto : Anadolu Ajansi)
Ilustrasi alat medis (Foto : Anadolu Ajansi)

INSIBERNEWS - Tensi dagang antara China dan Uni Eropa kembali memanas. Kali ini, Beijing mengambil langkah tegas dengan melarang pembelian perangkat medis dari perusahaan-perusahaan asal Eropa.

Kebijakan ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Keuangan China dan langsung diberlakukan mulai Minggu, 6 Juli 2025.

Baca Juga: TRAGIS! Jasad Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Sungai Citarum, Terungkap Ditinggal Sopir Sendiri Setelah Dirampok

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk respons atas tindakan pembatasan serupa yang sebelumnya diterapkan oleh Uni Eropa terhadap perusahaan-perusahaan China.

Persaingan dagang kedua pihak memang semakin tajam dalam beberapa bulan terakhir, mencakup berbagai sektor mulai dari kendaraan listrik hingga produk minuman beralkohol.

Baca Juga: TRAGIS! Jasad Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Sungai Citarum, Terungkap Ditinggal Sopir Sendiri Setelah Dirampok

Meski demikian, China masih memberikan ruang bagi sejumlah perusahaan Eropa untuk tetap bisa masuk dalam proyek pengadaan alat medis. Syaratnya, nilai proyek tersebut harus di atas 45 juta yuan atau sekitar USD 6,28 juta.

Selain itu, perusahaan Eropa yang telah menanamkan modal di China dan memproduksi barang di dalam negeri juga akan dikecualikan dari pembatasan tersebut.

Baca Juga: Kembali Erupsi Dahsyat, Kolom Abu Gunung Lewotobi Laki-laki Capai 19 Ribu Meter

Tak hanya sampai di situ, pada Jumat 4 Juli 2025, China juga mulai memberlakukan bea antidumping terhadap brendi asal Eropa—terutama jenis cognac yang banyak diproduksi di Prancis. Ini menambah panjang daftar gesekan dagang yang kini juga menyentuh sektor minuman keras premium, yang sebelumnya jarang disentuh oleh kebijakan balasan semacam ini.

Baca Juga: Gegara Terbakar Cemburu, Polisi NTB Brigadir Nurhadi Tewas Dibunuh Atasannya

Namun, pemerintah China memberikan pengecualian bea terhadap beberapa produsen utama brendi yang dianggap telah berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian lokal atau memiliki kerja sama dagang jangka panjang dengan pihak China.

Ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan terlihat keras, tetap ada ruang diplomasi yang dibuka secara terbatas.

Hubungan dagang antara China dan Uni Eropa belakangan ini memang berada dalam fase yang sangat dinamis dan penuh tekanan.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X