Demi Latih AI, Jutaan Buku Dirusak: Inovasi atau Eksploitasi?

Photo Author
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 21:10 WIB
Ilustrasi AI (Rappler)
Ilustrasi AI (Rappler)

Baca Juga: Ditinggal Pergi Sang Ibunda Selamanya, Pilu Mita The Virgin: Aku Enggak Punya Siapa-siapa Lagi

Namun, Alsup juga memperingatkan bahwa kasus ini tidak bisa dijadikan pembenaran untuk semua praktik. Jika suatu hari ditemukan bahwa Anthropic melatih model AI dengan buku bajakan atau hasil curian dari internet, maka itu bisa dikenakan sanksi hukum yang berbeda.

Ia menegaskan, tindakan mencuri konten digital tetap bisa digugat dan ganti rugi yang dikenakan bisa sangat besar, tergantung pada sejauh mana kerugiannya.

Baca Juga: Diminta Tutup Mulut, Lisa Mariana Beberkan Dapat Tawaran Uang dari Ajudan Ridwan Kamil

Hingga kini, belum diketahui berapa besar ganti rugi yang mungkin harus dibayar Anthropic dalam perkara ini. Meski mereka menyambut baik putusan hakim terkait digitalisasi buku, kritik terhadap praktik mereka masih terus mengalir. Kasus ini jadi pengingat serius bagi industri AI: inovasi tak boleh menginjak-injak hak cipta, etika, dan pelestarian budaya literasi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X