INSIBERNEWS - Pelaksanaan ibadah haji 2025 kembali jadi sorotan tajam. Berbagai keluhan dari jemaah Indonesia soal layanan di Tanah Suci mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mempertimbangkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji.
Langkah ini dianggap penting untuk mengevaluasi secara mendalam penyelenggaraan rukun Islam kelima tersebut, sekaligus mencari solusi agar jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih layak dan nyaman di masa depan.
Baca Juga: Skandal Akuisisi Rp1,2 Triliun: KPK Geledah Rumah Elite, Sita Senjata hingga Mobil Mewah
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menanti laporan resmi dari Komisi VIII DPR, yang bertanggung jawab atas urusan keagamaan, termasuk pengawasan haji. Menariknya, tiga pimpinan DPR ikut berhaji tahun ini, sehingga mereka punya catatan langsung dari lapangan.
“Kami akan pelajari laporan dari Komisi VIII dan masukan dari pimpinan DPR yang ikut haji. Dari situ, kita putuskan apakah Pansus Haji perlu dibentuk lagi,” ujar Puan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 24 Juni 2025.
Baca Juga: Netizen Brasil Ramai-ramai Tag Prabowo, Istana Respons Serbuan Soal Pendaki Jatuh di Rinjani
Puan tak menampik bahwa Pansus Haji bisa jadi opsi strategis, seperti yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya. Menurutnya, pansus tak hanya bertugas mengurai masalah, tapi juga merancang perbaikan sistemik agar penyelenggaraan haji lebih manusiawi dan terorganisir.
“Kalau situasinya memang mengharuskan, Pansus Haji akan kita bentuk. Tentu saja, semua sesuai aturan dan mekanisme di DPR,” tegas politikus PDIP itu.
Ia menambahkan, evaluasi ini krusial mengingat kuota jemaah Indonesia terus bertambah setiap tahun, yang menuntut peningkatan kualitas layanan.
Baca Juga: Dipuji Kritikus Film Sebagai Salah Satu Film Terbaik Disney, Elio Tetap Tak Bisa Curi Perhatian
Keluhan jemaah tahun ini masih berkutat pada masalah klasik yang seolah tak pernah usai. Mulai dari distribusi logistik yang kacau, transportasi antar-jemput yang kerap molor, hingga fasilitas kesehatan yang sulit diakses, semua jadi catatan merah.
Banyak jemaah mengeluh soal keterlambatan bus di Makkah dan Madinah, yang bikin mereka kelelahan sebelum menjalani ibadah.
“Tahun ini seharusnya lebih baik, tapi kenapa masalah lama masih ada? Harus ada perubahan serius,” ujar Ahmad Fauzi, seorang jemaah asal Bekasi, saat berbagi pengalamannya kepada media.
Artikel Terkait
Meski Miliki Perbedaan, How To Train Your Dragon Versi Live Action Tak Kalah Sukses Dengan Versi Animasi!
Dipuji Kritikus Film Sebagai Salah Satu Film Terbaik Disney, Elio Tetap Tak Bisa Curi Perhatian
Tasyi Athasyia Sebut Dirnya Dibully Karena Mirip Elvi Sukaesih, Netizen : Mohon Maaf Lebih Terkenal Elvi Dari Pada Dia
Tidak Aktif Di Bubble Selama Setahun, Fan Service Shuhua Kurang Memuaskan
Idol Juga Bisa Kena Scam, Momen Kocak Wonhee Illit Beli Labubu KW
Nikita Mirzani Sebut Tak Ada Tindak Pemerasan Terhadap Reza Gladys, Ia Tuntut Reza Minta Maaf Dalam 1 Hari 24 Jam
Peserta Dating Show I Am Solo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Tinggalkan Pesan Perpisahan, ILY:1 Isyaratkan Bubar?
Netizen Brasil Ramai-ramai Tag Prabowo, Istana Respons Serbuan Soal Pendaki Jatuh di Rinjani
Skandal Akuisisi Rp1,2 Triliun: KPK Geledah Rumah Elite, Sita Senjata hingga Mobil Mewah