Namun, sorotan utama jaksa tertuju pada komisi Rp 200 juta yang diterima Raihan. Dalam pemeriksaan, ia mengaku menerima pembayaran tunai dari Adhi di rumahnya pada Agustus 2024.
“Uangnya diserahkan langsung, dalam bentuk rupiah, bukan dolar,” ungkap Raihan menjawab pertanyaan jaksa.
“Di mana penyerahannya?” cecar jaksa.
“Di rumahnya, waktu itu saya datang dan dia kasih langsung,” timpal Raihan.
Pengakuan ini memunculkan pertanyaan soal transparansi dan asal-usul dana, mengingat status Raihan sebagai tenaga ahli KPK yang seharusnya menjaga integritas.
Baca Juga: Biaya Resepsi Al Ghazali Setara Rolls-Royce? Ahmad Dhani Ungkap Tak Ada Sponsor
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi di lingkup Kominfo terkait pengelolaan situs judi online. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa hingga 2024, lebih dari 2 juta situs judi online telah diblokir, namun tantangan terus muncul karena pelaku kerap menggunakan teknologi canggih untuk menghindari deteksi.
Keterlibatan tenaga ahli KPK dalam proyek ini juga menimbulkan kekhawatiran publik soal potensi konflik kepentingan.
“Ini ironis, orang yang seharusnya berantas korupsi malah terlibat dalam transaksi yang dipertanyakan,” ujar Rina, aktivis anti-korupsi dari Jakarta.
Baca Juga: Biaya Resepsi Al Ghazali Setara Rolls-Royce? Ahmad Dhani Ungkap Tak Ada Sponsor
Sidang ini belum usai, dan jaksa masih akan mendalami lebih jauh soal aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam proyek Klandestin.
Publik kini menanti apakah pengakuan Raihan akan membuka tabir lebih luas soal praktik-praktik tidak wajar di balik pengamanan situs judi online.
“Kami berharap kasus ini bikin orang sadar, teknologi buat kebaikan kok malah jadi alat cari untung,” keluh Budi, warga yang mengikuti sidang secara daring.
Sementara itu, KPK menyatakan akan mengevaluasi internal terkait keterlibatan tenaga ahlinya, memastikan integritas tetap terjaga di tengah sorotan publik yang kian tajam.
Artikel Terkait
Profil Althaf Indie Alrizky, Pemain Persis Solo yang Dipanggil TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF U23 2025
Timnas Indonesia Lolos Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Begini Respon Presiden FIFA
Siapa Erlangga Setyo Dwi? Ini Biodata Penjaga Gawang PSPS Pekanbaru yang Dipanggil TC Timnas Indonesia U23
Dapat Panggilan TC dari Gerald Vanenburg, Ini Biodata Rahmat Syawal
Profil-Biodata Toni Firmansyah, Pemain Persebaya yang Dipanggil TC Persiapan Piala AFF U23 2025
Biaya Resepsi Al Ghazali Setara Rolls-Royce? Ahmad Dhani Ungkap Tak Ada Sponsor
Tragedi di Rel Tanpa Palang: Sopir Truk Tewas Tertabrak Kereta Ambarawa Ekspres di Lamongan
Satgas Saber Pungli Resmi Dibubarkan, Prabowo Nilai Sudah Tak Efektif Lagi
Wacana Satu Orang Satu Rumah, Pemerintah Siapkan Aturan Baru Cegah Spekulan Properti
Timnas Voli Indonesia Sukses Tumbangkan Thailand, Amankan Tiket Perempat Final AVC Nations Cup 2025