Israel Guncang Teheran: Kepala Intelijen IRGC Tewas, Korban Sipil Membengkak

Photo Author
- Senin, 16 Juni 2025 | 08:31 WIB
Israel Serang Iran (Foto : abc.net.au)
Israel Serang Iran (Foto : abc.net.au)

Serangan Israel kali ini menunjukkan jangkauan militer yang luar biasa. Salah satu target adalah Bandara Internasional Mashhad, 2.300 kilometer dari Israel, menandai serangan terjauh yang pernah dilakukan Israel di wilayah Iran.

Selain itu, fasilitas nuklir Natanz dilaporkan hancur, sementara situs di Isfahan dan Tabriz juga rusak parah. Militer Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 80 target, termasuk depot minyak Shahran dan gedung Kementerian Pertahanan Iran.

IDF bahkan mengeluarkan peringatan dalam bahasa Farsi, meminta warga Iran menjauh dari fasilitas senjata demi keselamatan mereka.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Villa Mewah Bali: Warga Australia Tewas Ditembak OTK, Satu Lainnya Kritis

Iran tak tinggal diam. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan puluhan rudal dan drone ke kota-kota Israel seperti Tel Aviv dan Haifa, menyebabkan setidaknya 13 kematian dan ratusan luka di pihak Israel. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan hak negaranya untuk membela diri, menuduh Israel melakukan “deklarasi perang.”

Sementara itu, IRGC menunjuk Mayor Jenderal Mohammad Pakpour sebagai komandan sementara, menandakan upaya menjaga stabilitas di tengah krisis kepemimpinan. Di tengah situasi genting, negosiasi nuklir dengan AS dibatalkan, menambah ketidakpastian diplomatik.

Baca Juga: Aceh Tolak Empat Pulaunya Diklaim Sumut, Mualem Ancam Bawa ke Prabowo

Dunia menyaksikan dengan cemas. PBB dan beberapa negara mendesak de-eskalasi, tetapi suara damai terdengar lemah di tengah gemuruh konflik. Ada kekhawatiran bahwa pertempuran ini bisa memicu perang regional yang lebih luas, terutama setelah Iran mengancam akan menyerang basis militer AS jika Washington terus mendukung Israel.

Di Teheran, kemacetan parah melanda saat warga berbondong-bondong mengungsi, sementara di Israel, sirene peringatan terus berbunyi. Dengan kedua pihak menunjukkan tekad untuk tidak mundur, masa depan kawasan kini bergantung pada langkah selanjutnya dari dua musuh bebuyutan ini.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X