INSIBERNEWS - Konflik panas antara Israel dan Iran memasuki babak baru yang mencekam setelah serangan udara Israel mengguncang Teheran pada Minggu, 15 Juni 2025.
Dalam operasi yang digambarkan sebagai pukulan telak, Israel berhasil menewaskan Brigadir Jenderal Mohammad Kazemi, kepala intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), bersama dua perwira senior lainnya, Hassan Mohaghegh dan Mohsen Bagheri.
Baca Juga: Selamat! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Menikah, Pesta Megah di JCC Jadi Penutup Manis
Ketiganya adalah pilar penting dalam struktur keamanan Iran, membuat kehilangan ini menjadi luka mendalam bagi militer Teheran. Serangan ini, bagian dari operasi militer Israel bertajuk “Rising Lion,” menambah ketegangan di kawasan yang sudah seperti bara dalam sekam.
Baca Juga: Berapa Jumlah Tiket untuk Lolos Piala Dunia 2026 di Babak Keempat Zona Asia?
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tak menyembunyikan kepuasannya atas keberhasilan operasi ini. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengkonfirmasi bahwa serangan di Teheran menyasar pusat intelijen IRGC, menghancurkan gedung tempat Kazemi dan Mohaghegh berada.
“Baru saja, kami berhasil menyingkirkan kepala intelijen mereka dan wakilnya di jantung Teheran,” ujar Netanyahu dengan nada tegas.
Baca Juga: Menyoroti Panasnya Konflik Iran-Israel, Berikut 7 Himbauan Penting KBRI Tehran untuk WNI di Iran
Ia juga menyebut serangan ini sebagai langkah strategis untuk melemahkan ancaman Iran, termasuk program nuklirnya, yang menurut Israel telah mencapai tahap kritis dengan uranium yang cukup untuk sembilan bom nuklir.
Namun, di balik klaim kemenangan Israel, serangan ini meninggalkan duka mendalam bagi warga sipil Iran. Kantor berita Iran melaporkan setidaknya 224 orang tewas dan lebih dari 1.277 lainnya luka-luka sejak serangan dimulai pada Jumat, 13 Juni 2025.
Baca Juga: 4 Pria Ditangkap Polda Jatim Terkait Grup WA Gay Penyebar Konten Pornografi
Ledakan di Teheran tidak hanya menghantam fasilitas militer, tetapi juga kawasan pemukiman seperti Shahrak-e Mahallati, tempat tinggal banyak keluarga perwira. Seorang warga Teheran, dalam wawancara dengan BBC Persian, menggambarkan kepanikan massal:
“Semua orang berusaha kabur dari kota. Teheran tidak lagi aman.” Metro, masjid, dan sekolah kini dibuka 24 jam sebagai tempat perlindungan darurat.
Baca Juga: Kabar Duka, Musisi Multitalenta Gusti Irwan Wibowo Meninggal Dunia
Artikel Terkait
Tragedi Berdarah di Villa Mewah Bali: Warga Australia Tewas Ditembak OTK, Satu Lainnya Kritis
Kabar Duka, Musisi Multitalenta Gusti Irwan Wibowo Meninggal Dunia
4 Pria Ditangkap Polda Jatim Terkait Grup WA Gay Penyebar Konten Pornografi
Sutradara Film Jumbo Ryan Adriandhy Nyesal Tak Balas Pesan Terakhir Gustiwiw usai Kabar Kepergiannya yang Mendadak
Tak Diizinkan ke RI Setelah Bebas dari Penjara Guantanamo, Yusril Ungkap Alasan Tolak Tersangka Terorisme Hambali
Menyoroti Panasnya Konflik Iran-Israel, Berikut 7 Himbauan Penting KBRI Tehran untuk WNI di Iran
Timnas Indonesia Lolos ke Babak Keempat, Ini Lawan yang Bakal Dihadapinya untuk Perebutkan Tiket Piala Dunia 2026
Pembagian Pot Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia Bersama dengan....
Berapa Jumlah Tiket untuk Lolos Piala Dunia 2026 di Babak Keempat Zona Asia?
Selamat! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Menikah, Pesta Megah di JCC Jadi Penutup Manis