Pelajaran Pahit: Keselamatan Bukan Sekadar Formalitas
Kasus Gunung Kuda jadi tamparan keras bahwa keselamatan kerja bukan hanya formalitas dalam dokumen perizinan.
Ketika standar operasional diabaikan, nyawa taruhannya. Ini bukan kali pertama terjadi, dan bisa jadi bukan yang terakhir kalau pengawasan dan sanksi tak berjalan seiring.
Kejadian ini semestinya jadi alarm bagi pemerintah daerah dan pusat. Tidak cukup dengan imbauan dan inspeksi teknis—harus ada sanksi nyata dan evaluasi berkala. Keselamatan tak boleh dinegosiasikan.
Baca Juga: Tambang Ilegal di Gowa Dibongkar Polisi, Dua Pelaku Resmi Jadi Tersangka
Apa Selanjutnya?
Kini, sorotan publik menunggu hasil penyelidikan. Masyarakat ingin tahu: siapa yang harus bertanggung jawab, dan apa yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang?
Jika proses hukum berjalan tuntas, bukan tak mungkin kasus ini menjadi preseden penting dalam reformasi tata kelola tambang di tanah air.
Artikel Terkait
Komisi X DPR Minta Usulan Perizinan Tambang untuk Kampus Dikaji Terlebih Dahulu
Resmi! Bahlil Lahadalia Sampaikan Kampus Tidak Dapat Izin Tambang, Tapi Masih Bisa Kelola Tambang
Tambang Ilegal di Gowa Dibongkar Polisi, Dua Pelaku Resmi Jadi Tersangka
Longsor Tambang Emas Marapit Telan Korban Jiwa, Empat Penambang Tewas Tertimbun
KPK Bongkar Aset Tambang Terkait Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, Rita Widyasari
Dorong Ekosistem Baterai EV, Indonesia Gandeng Raksasa Tambang Prancis
Longsor di Tambang Gunung Kuda Cirebon, Empat Pekerja Meninggal Dunia
Update Terbaru! Saksi Sebut Ada Aktivitas Pengerukan Berulang di Tambang Gunung Kuda hingga Sebabkan Longsor
Tambang Longsor Telan Alat Berat dan Pekerja, Dedi Mulyadi Bakal Resmi Tutup Gunung Kuda Selamanya
Dedi Mulyadi Resmi Cabut Izin Tambang Gunung Kuda: Anak Korban Dijamin PendidikanĀ