Krisis Populasi Global Jadi Sorotan di Forum Istanbul, Ahli Peringatkan Dampaknya ke Ekonomi Dunia

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 25 Mei 2025 | 21:10 WIB
Ilustrasi Populasi Manusia di Dunia (Foto : Dok/Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM)
Ilustrasi Populasi Manusia di Dunia (Foto : Dok/Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM)

INSIBERNEWS - Fenomena menurunnya angka kelahiran di berbagai negara menjadi sorotan serius dalam Forum Keluarga Internasional yang digelar di Istanbul, Turki. Dalam salah satu sesi panel bertajuk “Mitos Kelebihan Populasi: Bagaimana Agenda Global Berkontribusi pada Penurunan Populasi?”, para ahli memperingatkan bahwa tren demografi yang menurun bisa menjadi ancaman besar bagi ketahanan ekonomi dan sistem sosial dunia.

Baca Juga: India Bangga dengan Keberhasilan S-400, Rudal Rusia Cetak Sejarah di Pertempuran Udara

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial Turki ini mengangkat tema “Menjaga dan Memperkuat Keluarga dalam Menghadapi Tantangan Global”.

Dalam forum tersebut, para pembicara menyoroti bahwa isu kelebihan populasi yang selama ini digaungkan ternyata justru menutupi krisis lain yang lebih nyata: penurunan populasi akibat rendahnya tingkat fertilitas di berbagai negara, termasuk Turki sendiri.

Baca Juga: 75 Tahun Bersahabat, Indonesia-China Sepakat Perkuat Kolaborasi Lewat Teknologi dan Investasi

Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Turki, Lutfihak Alpkan, yang memoderatori panel tersebut, memaparkan bahwa tingkat kesuburan di negaranya kini berada di bawah 1,5—jauh di bawah ambang batas yang dibutuhkan untuk mempertahankan jumlah penduduk, yaitu 2,1.

Padahal, pada era 1970-an, angka fertilitas di Turki masih berada di kisaran 7. Penurunan drastis ini menjadi alarm keras bagi keberlangsungan pembangunan dan regenerasi tenaga kerja di masa mendatang.

Baca Juga: Murah Meriah dan Bergizi! Ini 3 Manfaat Tempe untuk MPASI Bayi

Para pembicara dalam panel juga menyuarakan keprihatinan terhadap pengaruh narasi global yang selama ini cenderung mendorong pengurangan angka kelahiran, baik lewat kampanye lingkungan, gaya hidup bebas anak, maupun tekanan ekonomi yang membuat banyak pasangan menunda atau menghindari memiliki anak.

Padahal, menurut mereka, dunia justru tengah menuju masa di mana kekurangan penduduk usia produktif bisa mengganggu stabilitas negara.

Baca Juga: Puan Soroti Ormas Bergaya Preman: Kalau Bikin Resah, Bubarkan Saja

Forum ini mendorong pemerintah dan masyarakat internasional untuk kembali menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan sosial.

Dukungan kebijakan seperti insentif kelahiran, sistem kerja ramah keluarga, serta edukasi yang membangun nilai keluarga dianggap menjadi kunci untuk menghadapi tantangan demografi yang kian kompleks. 

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X