Baca Juga: Aktif Sebar Propaganda ISIS Lewat WhatsApp, Remaja 18 Tahun di Gowa Diciduk Densus 88
Meski detail nilai investasi masih dalam tahap negosiasi, para investor menunjukkan keinginan kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi baru mereka.
Bahkan, ada yang mempertimbangkan pemindahan fasilitas produksi dari negara asal demi menghindari dampak perang dagang yang sedang berlangsung.
Dengan masuknya investasi ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat produksi kendaraan listrik dan rantai pasok global.
Pemerintah diharapkan mampu memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan industri yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga berkelanjutan dan mampu mencetak tenaga kerja terampil di bidang teknologi tinggi.
Artikel Terkait
Trump Ultimatum Apple: Produksi iPhone Harus di AS atau Kena Tarif 25 Persen
Lowongan Kerja Lebih Inklusif, Kemnaker Siap Hapus Syarat Batas Usia dan Penampilan 'Good Looking' di Dunia Rekrutmen
Usai Hadir di Cannes 2025, Syahrini Dirujak Netizen hingga Dapat Julukan 'Mbak Getty'
Aktif Sebar Propaganda ISIS Lewat WhatsApp, Remaja 18 Tahun di Gowa Diciduk Densus 88
Kejagung Kecam Peristiwa Pembacokan Jaksa dan ASN di Sumut, Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
200 Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu, Pemprov Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 29 Mei
Bandung Biru! Pesta Juara Persib Bikin Kota Hidup, Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan
Pemprov Jawa Barat Dukung Persib Tembus Persaingan Sepak Bola Asia Setelah Juara Liga 1
Diskon 50 Persen Listrik Balik Lagi Mulai Juni, Tapi Cuma Buat Pelanggan Daya Kecil
Puan Soroti Ormas Bergaya Preman: Kalau Bikin Resah, Bubarkan Saja