INSIBERNEWS - Gelora Bung Karno (GBK), salah satu aset kebanggaan negara yang berada di bawah naungan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), dikabarkan akan segera masuk dalam portofolio pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam gelaran Townhall Danantara yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Senin (28/4).
Baca Juga: Tesla Siapkan Model Y Versi Tiga Baris Khusus Pasar China, Produksi Dimulai Usai Libur Mei
Menurut Rosan, langkah ini bukan hanya sekadar perpindahan administrasi. Ia menekankan bahwa pengalihan pengelolaan GBK ke Danantara bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi dan potensi aset tersebut agar mampu memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi negara.
"Kami ingin GBK bukan hanya menjadi simbol nasional, tapi juga aset yang bisa mendatangkan nilai tambah," ujar Rosan.
Rosan menyebutkan, GBK hanyalah salah satu dari beberapa aset strategis yang direncanakan akan bergabung ke dalam Danantara. Ke depan, pihaknya akan menyusun rencana matang agar pengelolaan GBK tidak hanya efisien tapi juga produktif.
Ia menambahkan bahwa Danantara memiliki mandat untuk mengelola aset-aset negara secara profesional agar bisa memberikan return of investment yang jelas dan terukur.
Baca Juga: Belum Termasuk Stadion GBK, Aset yang Dikelola Danantara Tembus Rp16,476 Triliun
"Nanti akan kita susun roadmap dan perencanaan detail untuk GBK. Kita ingin aset ini bisa memberikan return sesuai parameter internasional, seperti return on asset dan return on investment," ungkap Rosan.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan Danantara akan berbasis pada standar benchmarking yang sudah diakui di dunia investasi global.
Transformasi ini juga menandai langkah awal Danantara dalam memperluas cakupan aset yang dikelolanya. Tidak hanya terbatas pada perusahaan-perusahaan pelat merah atau BUMN, namun juga menyasar aset-aset non-korporat milik negara yang selama ini belum dimaksimalkan potensinya.
Dengan pendekatan bisnis yang profesional, Danantara diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam pengelolaan kekayaan negara.
Artikel Terkait
Sidang Mbak Ita Ungkap Dugaan Aliran Uang ke Aparat: TNI, Polisi, hingga Kejaksaan Disebut
Pemerintah Serahkan 30 Ribu Rumah Subsidi untuk Tenaga Kesehatan
Hasan Nasbi Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala PCO
Minibus Travel Bhineka Tabrak Truk di Tol Cisumdawu, 3 Orang Tewas
ASN di Jakarta Wajib Gunakan Transportasi Umum Tiap Rabu, Kecuali Golongan Ini!
Naik Kelas, Berkat LinkUMKM BRI Pengusaha Ini Mampu Kembangkan Produk dan Perluas Skala Usaha
Promedia Hadirkan BRI Mediapreneur Talks di Kota Serang, Bincang Hangat Seputar Bisnis Media hingga Tren Iklan Digital
Belum Termasuk Stadion GBK, Aset yang Dikelola Danantara Tembus Rp16,476 Triliun
Optimis Bakal Kelola Aset hingga 1 Triliun USD, Prabowo Sebut Danantara Harus Dikelola Sebaik-baiknya
Tesla Siapkan Model Y Versi Tiga Baris Khusus Pasar China, Produksi Dimulai Usai Libur Mei