Hal tersebut memperkuat kesan bahwa hubungan diplomatik dan simbolik antara Vatikan dan Israel tengah mengalami ketegangan.
Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal lantang dalam membela hak-hak rakyat Palestina, terutama di tengah agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza.
Dalam pidato terakhirnya pada Hari Raya Paskah, Paus menyerukan gencatan senjata dan mengecam keras "situasi kemanusiaan yang menyedihkan" akibat perang yang berlangsung.
Baca Juga: Mata Lebam Akibat Nangis Semalaman? Ini Dia Cara Ampuh Meredakannya
Bahkan saat menyampaikan berkat Paskah dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus secara terang-terangan mengkritik agresi militer Israel.
Pengumuman Vatikan tentang wafatnya Paus Fransiskus pada Senin pagi pun disambut dengan reaksi beragam di Israel.
Beberapa politisi dan pengguna media sosial justru menanggapi dengan nada sinis atau bahkan merayakan, alih-alih menunjukkan belasungkawa, lantaran kritik-kritik tegas Paus terhadap Israel dianggap sebagai bentuk keberpihakan terhadap Palestina.
Absennya pejabat tinggi Israel dalam pemakaman Paus Fransiskus bukan hanya menjadi sorotan diplomatik, tetapi juga menandai keretakan yang semakin dalam antara Vatikan dan Israel di tengah konflik kemanusiaan yang terus berlangsung di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Dua Pria Ngamuk dan Ancam Ledakkan Mapolres Pacitan, Densus 88 Turun Tangan Tangkap Pelaku
Howell Expo 2025 Resmi Dimulai, Donor Darah ‘Every Drop Matters’ Jadi Pembuka yang Penuh Makna
Atasi Dampak Tarif Trump, Pemerintah Siapkan 21 Perjanjian Dagang Demi Jaga Arah Ekspor
Kenapa Jokowi yang Diutus Presiden Prabowo ke Pemakaman Paus Fransiskus? Ternyata Ini Alasannya!
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dokter AYP Masih Mandek, Polisi Belum Terima Rekaman CCTV dari RS Persada