INSIBERNEWS - Sejumlah negara besar di Eropa kini semakin mengencangkan sikap terhadap Rusia dengan mempertahankan pembekuan aset negara tersebut dan sekaligus memperkuat dukungan bagi Ukraina.
Dalam sebuah langkah terkoordinasi, para menteri luar negeri dari Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Polandia, serta perwakilan Uni Eropa sepakat untuk terus memberikan tekanan terhadap Kremlin, selama invasi ke Ukraina belum dihentikan.
Baca Juga: Putri KW Siap Hadapi Tantangan Piala Sudirman 2025: Bermain Nothing to Lose!
Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa pembekuan lebih dari USD300 miliar aset Rusia yang dimulai sejak 2022 tidak akan dicabut dalam waktu dekat. Mereka menuntut agar Rusia menarik pasukannya dari wilayah Ukraina dan memberikan kompensasi atas kerusakan besar yang telah ditimbulkan.
Inggris saja tercatat membekukan aset Rusia senilai USD25 miliar, sementara berbagai sanksi ekonomi telah memperkirakan kerugian Rusia mencapai USD400 miliar atau setara Rp6.745 triliun.
Baca Juga: Tambah 13 Ton Emas, China Pecahkan Rekor Cadangan dan Tingkatkan Strategi Diversifikasi
Di sisi lain, Eropa juga terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Ukraina, baik secara finansial maupun militer.
Jerman mengumumkan dukungan lebih dari USD3,2 miliar dalam bentuk bantuan jangka pendek, termasuk bantuan kemanusiaan dan infrastruktur.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari solidaritas jangka panjang Jerman untuk mendukung kedaulatan Ukraina.
Baca Juga: KPK Dalami Rekayasa Pengadaan Iklan Bank BJB, Dugaan Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Swedia pun tak ketinggalan dalam barisan pendukung Ukraina. Menteri Pertahanannya, Pål Jonson, mengumumkan paket bantuan militer senilai USD1,6 miliar yang mencakup sejumlah pasokan pertahanan penting.
Paket tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Ukraina dalam menghadapi serangan dan mempertahankan wilayahnya dari agresi Rusia.
Baca Juga: Indonesia–Malaysia Kolaborasi Susun Kurikulum Agama Moderat, Siap Cetak Generasi Inklusif
Langkah-langkah kolektif ini menunjukkan bahwa Eropa tetap solid dalam menghadapi krisis geopolitik yang belum berakhir.
Artikel Terkait
Kasus Pelecehan Guncang Dunia Medis, Menkes Soroti Jam Kerja Berat Peserta PPDS
Lee Min Ho Bikin Heboh Fan Meeting Jakarta, Bocorkan Film Baru dan Ngaku Penasaran Sama Bekasi
Usai ke Luar Angkasa, Katy Perry Tuai Kecaman: Pamer atau Cari Perhatian?
Dunia Berduka, Paus Fransiskus Meninggal Dunia Di Usia di 88 Tahun
Serangan Udara AS Guncang Sana’a dan Pelabuhan Yaman, Puluhan Nyawa Melayang
Indonesia–Malaysia Kolaborasi Susun Kurikulum Agama Moderat, Siap Cetak Generasi Inklusif
KPK Dalami Rekayasa Pengadaan Iklan Bank BJB, Dugaan Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Tambah 13 Ton Emas, China Pecahkan Rekor Cadangan dan Tingkatkan Strategi Diversifikasi
5 Tips Mempelajari Excel Bagi Pemula, Langsung Bisa Dalam 1 Jam!
Putri KW Siap Hadapi Tantangan Piala Sudirman 2025: Bermain Nothing to Lose!