INSIBERNEWS - Langkah mengejutkan kembali datang dari Donald Trump. Dalam konferensi pers yang digelar Rabu malam waktu AS (9/4), sang mantan Presiden AS ini mengumumkan penundaan tarif impor selama 90 hari ke depan untuk lebih dari 75 negara.
Alasannya? Menurut Trump, banyak pihak yang terlalu lebay merespons kebijakan dagang terbarunya.
"Saya lihat orang-orang mulai ribut dan ketakutan, bukan seperti mental para juara," ujar Trump dengan gaya khasnya, dikutip dari Associated Press pada Kamis (10/4).
Tapi jangan salah paham, penundaan ini bukan berarti Trump mengubah haluan soal perang dagang. Dia tetap yakin bahwa kebijakan tarif yang ia tetapkan awal pekan lalu adalah langkah tepat. Masalah defisit perdagangan AS bukan cuma soal China, tapi juga menyangkut banyak negara lain.
“China itu pelanggar terbesar dalam sejarah perdagangan,” tambahnya, dengan nada tinggi. Tapi dia juga menyebut bahwa negara-negara lain ikut andil dalam ketidakseimbangan neraca dagang AS yang terus membengkak.
Negara Lain Dapat Kelonggaran, China Malah Dihajar Tarif Ekstra
Yang bikin makin panas, keputusan penundaan tarif ini tidak berlaku untuk China. Bahkan, di hari yang sama, Trump mengunggah pengumuman lewat akun Truth Social bahwa tarif impor untuk produk dari China dinaikkan jadi... 125 persen. Langsung berlaku tanpa babibu!
Alasannya? Karena China dianggap tidak menghargai aturan main pasar global dan ogah diajak negosiasi. Bukan cuma itu, menurut Trump, China malah “menyerang balik” secara ekonomi dan itu membuatnya merasa harus mengambil sikap lebih keras.
"Karena kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan China terhadap pasar dunia, saya dengan ini menaikkan tarif yang dikenakan kepada China oleh Amerika Serikat menjadi 125 persen," tulisnya tegas.
Trump berharap tekanan ini bisa bikin China sadar bahwa mereka tak bisa terus main curang dalam perdagangan, terutama dengan AS yang defisit perdagangannya terhadap China disebut mencapai angka USD 1 triliun.
Negara-Negara Lain Pilih Damai, Buka Jalur Negosiasi
Satu jam sebelum Trump bicara ke publik, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, udah lebih dulu memberi penjelasan bahwa penundaan tarif ini bukan karena ada gejolak besar di pasar keuangan.
Melainkan karena lebih dari 75 negara udah menghubungi berbagai instansi di AS—mulai dari Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, sampai USTR—untuk membuka jalur negosiasi.
Negara-negara itu dinilai menunjukkan sikap terbuka dan tidak membalas dengan tindakan-tindakan balasan seperti tarif tambahan atau larangan impor barang dari AS.
Artikel Terkait
Donald Trump Larang Pendanaan Perawatan Transgender, Perintah Eksekutif Terbaru Ini Bisa Ubah Segalanya!
Hakim AS Stop Sementara Pemotongan Dana Donald Trump! Akankah Bantuan Keuangan Federal Selamat?
Donald Trump Tawarkan Insentif Untuk 2 Juta Pegawai Federal Untuk Mengundurkan Diri, Apakah Ada Perintah Rahasia dari Elon Musk?
Donald Trump Klaim Militer AS Masuk ke California dan Hidupkan Air, Pejabat Pemerintah Negara Bagian Langsung Bantah!
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Senator Hadapi Robert F. Kennedy Jr. dalam Sidang Konfirmasi Menteri Kesehatan Donald Trump: Vaksin, Aborsi, dan Kontroversi di Balik Pilihan Presiden
Donald Trump Ingin Membeli Greenland Lagi, Klaim 57.000 Warga Greenland Mau Bergabung dengan AS? Ditolak Mentah oleh Denmark dan Greenland
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Menilai Ekonomi AS Masih Solid, Tetapi Donald Trump Desak Pemangkasan Jika Harga Minyak Turun!