Serangan Brutal KKB di Yahukimo, 6 Guru Tewas dan Sekolah Dibakar

Photo Author
- Senin, 24 Maret 2025 | 04:15 WIB
ILUSTRASI Garis Polisi. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI Garis Polisi. (Foto: Istimewa)

INSIBERNEWS – Aksi kekerasan kembali terjadi di Papua. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang sebuah sekolah di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025) sore.

Dalam kejadian tragis ini, enam guru tewas setelah diserang secara brutal, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Tak hanya itu, kelompok tersebut juga membakar sekolah tempat para guru mengajar, menambah ketakutan di kalangan masyarakat setempat.

Baca Juga: Dukung Gizi Anak Indonesia, Australia dan UNICEF Biayai Pusat Unggulan Nasional

Korban jiwa dalam serangan ini termasuk seorang guru bernama Rosalina (30), yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat kekerasan yang dialaminya.

Sementara itu, tiga guru lainnya mengalami luka berat, yakni Vidi, Cosmas, dan Tari. Selain itu, tiga guru lainnya juga mengalami luka ringan, yaitu Vanti, Paskalia, dan Irmawati.

Serangan ini memicu ketakutan besar, terutama bagi tenaga pendidik dan siswa yang selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pendidikan di wilayah yang masih rawan konflik.

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Dampak Negatif saat Anak Melihat Orang Tua Bertengkar

Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III, Letkol Inf Gustiawan, mengatakan bahwa aparat keamanan langsung bergerak cepat melakukan pencarian terhadap pelaku dan meningkatkan patroli di wilayah rawan.

"Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat karena situasi di Distrik Anggruk masih sangat berbahaya. Tim kami harus menghadapi medan berat serta ancaman gangguan dari kelompok bersenjata. Namun, berkat koordinasi yang baik, jenazah para korban berhasil dievakuasi ke Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk proses identifikasi lebih lanjut," ungkapnya, Minggu (23/3/2025).

Baca Juga: Laku Rp210 Juta! Ribuan Surat Suara Bekas Pemilu 2024 di Ponorogo Dilelang

Kekerasan yang terus berulang di Papua ini semakin memperburuk situasi keamanan, terutama bagi para tenaga pengajar yang bertugas di daerah terpencil.

Pendidikan di Papua yang seharusnya menjadi harapan bagi generasi muda justru terus dihadapkan dengan ancaman nyata dari kelompok bersenjata.

Pemerintah dan aparat keamanan kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan keselamatan para guru dan siswa agar pendidikan tetap bisa berjalan dengan baik di daerah konflik.

Baca Juga: Tragis! Kecelakaan Kereta Api Tabrak Mobil dan Tewaskan Satu Keluarga di Asahan

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X