INSIBERNEWS – Aksi kekerasan kembali terjadi di Papua. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang sebuah sekolah di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025) sore.
Dalam kejadian tragis ini, enam guru tewas setelah diserang secara brutal, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Tak hanya itu, kelompok tersebut juga membakar sekolah tempat para guru mengajar, menambah ketakutan di kalangan masyarakat setempat.
Baca Juga: Dukung Gizi Anak Indonesia, Australia dan UNICEF Biayai Pusat Unggulan Nasional
Korban jiwa dalam serangan ini termasuk seorang guru bernama Rosalina (30), yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat kekerasan yang dialaminya.
Sementara itu, tiga guru lainnya mengalami luka berat, yakni Vidi, Cosmas, dan Tari. Selain itu, tiga guru lainnya juga mengalami luka ringan, yaitu Vanti, Paskalia, dan Irmawati.
Serangan ini memicu ketakutan besar, terutama bagi tenaga pendidik dan siswa yang selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pendidikan di wilayah yang masih rawan konflik.
Baca Juga: Waspada! Ini 5 Dampak Negatif saat Anak Melihat Orang Tua Bertengkar
Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III, Letkol Inf Gustiawan, mengatakan bahwa aparat keamanan langsung bergerak cepat melakukan pencarian terhadap pelaku dan meningkatkan patroli di wilayah rawan.
"Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat karena situasi di Distrik Anggruk masih sangat berbahaya. Tim kami harus menghadapi medan berat serta ancaman gangguan dari kelompok bersenjata. Namun, berkat koordinasi yang baik, jenazah para korban berhasil dievakuasi ke Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk proses identifikasi lebih lanjut," ungkapnya, Minggu (23/3/2025).
Baca Juga: Laku Rp210 Juta! Ribuan Surat Suara Bekas Pemilu 2024 di Ponorogo Dilelang
Kekerasan yang terus berulang di Papua ini semakin memperburuk situasi keamanan, terutama bagi para tenaga pengajar yang bertugas di daerah terpencil.
Pendidikan di Papua yang seharusnya menjadi harapan bagi generasi muda justru terus dihadapkan dengan ancaman nyata dari kelompok bersenjata.
Pemerintah dan aparat keamanan kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan keselamatan para guru dan siswa agar pendidikan tetap bisa berjalan dengan baik di daerah konflik.
Baca Juga: Tragis! Kecelakaan Kereta Api Tabrak Mobil dan Tewaskan Satu Keluarga di Asahan
Artikel Terkait
Universitas Singaperbangsa Karawang Sediakan Kouta di SNBT 2025, Berapa Daya Tampung Teknik Mesin?
Info Daya Tampung Agribisnis di Universitas Padjadjaran Dalam SNBT 2025, Bukan Banyak?
Minat Masuk ISBI Bandung? Prodi Karawitan Miliki Daya Tampung Segini di SNBT 2025
Jungkook BTS Jadi Korban Peretasan, Saham Rp94 Miliar Dicuri Saat Wamil
Makan Bergizi Gratis Lebih Penting Daripada Lapangan Pekerjaan? Pernyataan Menteri PPN Ini Ramai Tuai Protes
Viral Isu Mahasiswa Ditahan dan Dimintai Tebusan di Polsek Cakung, Polisi Bantah Keras
Tragis! Kecelakaan Kereta Api Tabrak Mobil dan Tewaskan Satu Keluarga di Asahan
Laku Rp210 Juta! Ribuan Surat Suara Bekas Pemilu 2024 di Ponorogo Dilelang
Waspada! Ini 5 Dampak Negatif saat Anak Melihat Orang Tua Bertengkar
Dukung Gizi Anak Indonesia, Australia dan UNICEF Biayai Pusat Unggulan Nasional