Makan Bergizi Gratis Lebih Penting Daripada Lapangan Pekerjaan? Pernyataan Menteri PPN Ini Ramai Tuai Protes

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 24 Maret 2025 | 03:10 WIB
Menteri PPN, Rachmat Pambudy yang Memberi Statement tentang MBG. (instagram.com/rachmatpambudy)
Menteri PPN, Rachmat Pambudy yang Memberi Statement tentang MBG. (instagram.com/rachmatpambudy)

INSIBERNEWS - Sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy baru-baru ini mencuri perhatian warganet.

Menurut Rachmat program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibandingkan dengan penciptaan lapangan pekerjaan.

Ia menyebut untuk mengatasi permasalahan kekurangan gizi di Indonesia solusinya tidak bisa hanya mengandalkan pemberian pekerjaan semata.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia Berkat Perannya Menjadi yang Terdepan Dukung UMKM

"Jadi Ibu dan Bapak sekalian, kalau ada orang mengatakan, ‘udah, kenapa mesti ngasih makan?’ ‘kenapa tidak dikasih pekerjaan saja?’ tidak akan cepat tercapai untuk mengatasi persoalan ini," ujar Rachmat dalam sambutannya di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, Sabtu 22 Maret 2025.

Berdasarkan data yang dimiliki Bappenas, Rachmat mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 180 juta penduduk Indonesia yang asupan gizinya tidak terpenuhi.

Hal ini tentunya berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, hingga menyebabkan kematian.

Baca Juga: Menjalin Kerja Sama dengan HKI, BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Optimalisasi Kawasan Industri

"Ternyata dalam statistik kami, ada 180 juta orang Indonesia, angka kecukupan gizinya tidak terpenuhi. 50 ribu bayi lahir cacat, 1 juta orang terpapar TBC, 100 ribu orang setiap tahun wafat karena TBC, itu semua karena kurang gizi," katanya.

Menanggapi persoalan tersebut, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai langkah konkret untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

Rachmat menekankan bahwa makanan bergizi tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan kecerdasan, tetapi juga pada kualitas hidup seseorang.

Baca Juga: SBY Kembali Pimpin Majelis Tinggi Demokrat, AHY Jadi Wakilnya

"Jadi kita ini bisa ditebak postur tubuhnya, kecerdasannya, kemampuan fisiknya, kemampuan otaknya dari makanan yang kita makan,” ungkap Rachmat.

“Sebelum kita mendidik anak-anak kita, sebelum menyehatkan anak-anak kita, sebelum kita mengarahkan anak-anak kita untuk jadi apa ini dan itu, berilah makan yang secukupnya," jelasnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X