INSIBERNEWS - Kantor Tempo menerima kiriman mengejutkan berupa kepala babi yang dikirim dalam sebuah kotak kardus yang dilapisi styrofoam pada Kamis (20/3/2025).
Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menganggap kiriman tersebut sebagai bentuk teror terhadap kebebasan pers.
Dilansir INsibernews dari akun X @Dandhy_Laksono (21/3/2025), kiriman tersebut ditujukan kepada Cica yang merupakan nama panggilan Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik Tempo dan host siniar Bocor Alus Politik.
Baca Juga: Kontroversi Tertutupnya Draft RUU TNI yang Disetujui di DPR, Wakil Ketua Komisi I Ungkap Alasannya
Paket yang berisi kepala babi tersebut diterima oleh satuan pengamanan Tempo pada pukul 16.15 WIB.
Namun, Cica baru menerima paket tersebut pada keesokan harinya, Kamis, 20 Maret 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Cica baru saja pulang dari liputan bersama Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran.
Baca Juga: Donald Trump Berupaya Fasilitasi Perdamaian Rusia Ukraina melalui Telepon dengan Pemimpin Dunia
Setelah mendapat informasi mengenai paket untuknya, Cica membawa kotak kardus tersebut ke kantor.
Hussein yang membuka kotak tersebut pertama kali mencium bau busuk yang kuat ketika membuka bagian atas kardus.
Setelah styrofoam dibuka, mereka menemukan isi paket tersebut adalah kepala babi, dengan kedua telinganya yang terpotong.
Baca Juga: Pengusaha Desak Agar Ada Penegakan Hukum untuk Permintaan THR dari Ormas
Cica, Hussein, dan beberapa wartawan lainnya segera membawa kotak kardus tersebut keluar dari gedung.
Artikel Terkait
Keseruan BRI Journalism 360 Palembang: Promedia Diskusi Bareng Insan Pers di Mediapreneur Talks dan Mahasiswa UIN Raden Fatah Lewat CoreLab!
Karoline Leavitt: Sejarah Baru sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih Termuda dan Kehidupan Pribadinya yang Penuh Warna
Lolly Bakal Balik Sekolah di Luar Negeri, Nikita Mirzani Ungkap Putrinya Gelar Konferensi Pers Minggu Depan
Keluarga Kim Sae Ron Buka Suara Dalam Konferensi Pers, Berikut Poin-poin Penting!
Adakan Konferensi Pers, Sri Mulyani Tegaskan Tidak Jadi Mundur dari Kabinet Merah Putih?