Setelah kotak dibuka sepenuhnya, kepala babi yang terpotong itu menjadi jelas terlihat.
Menurut Setri, kejadian ini menjadi indikasi adanya upaya untuk menakut-nakuti jurnalis dan media.
Baca Juga: Hasil Autopsi 3 Polisi yang Tewas saat Gerebek Judi Sabung Ayam: Terdapat Luka Tembak Fatal
“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” ujar Setri.
Peristiwa ini mengundang kecaman dan keprihatinan dari berbagai pihak, yang melihatnya sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan pers di Indonesia.
Tempo berkomitmen untuk tetap melanjutkan tugasnya sebagai media yang independen dan menyuarakan kebenaran, meskipun menghadapi intimidasi semacam ini.***
Artikel Terkait
Keseruan BRI Journalism 360 Palembang: Promedia Diskusi Bareng Insan Pers di Mediapreneur Talks dan Mahasiswa UIN Raden Fatah Lewat CoreLab!
Karoline Leavitt: Sejarah Baru sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih Termuda dan Kehidupan Pribadinya yang Penuh Warna
Lolly Bakal Balik Sekolah di Luar Negeri, Nikita Mirzani Ungkap Putrinya Gelar Konferensi Pers Minggu Depan
Keluarga Kim Sae Ron Buka Suara Dalam Konferensi Pers, Berikut Poin-poin Penting!
Adakan Konferensi Pers, Sri Mulyani Tegaskan Tidak Jadi Mundur dari Kabinet Merah Putih?