INSIBERNEWS - Beredar isu bahwa Pertamax yang beredar di masyarakat selama 2018-2023 tidak sesuai dengan standar.
Karena ada dugaan oplos Pertamax yang dilakukan ole pihak Pertamina.
Isu mengenai Pertamax ini tentu membuat resah masyarakat.
Baca Juga: Indonesia Kena Sindir Pengamat Luar, Dinilai Terlalu Banyak Rapat Tapi Tidak Ada Hasilnya
Karena jika isu ini ternyata benar maka masyarakat merasa dirugikan oleh Pertamina.
Tri Yuswidjajanto Zaenuri sebagai Pakar Konversi Energi Institut dari Teknologi Bandung (ITB) memberikan komentar mengenai isu ini.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (7/3/2025), Tri Yuswidjajanto menyampaikan bahwa kualitas BBM yang beredar pada masyarakat selama ini selalu diawasi.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Intensitas Tinggi Terus Turun Hingga 11 Maret 2025, Waspada Banjir dan Longsor
Bahkan pengawasan mengenai BBM dari Pertamina dilakukan secara ketat.
Terdapat data lengkap yang dimiliki oleh Pertamina mengenai kualitas BBM yang dikirim ke SPBU.
Sehingga menurut Tri Yuswidjajanto, kualitas Pertamax selama ini sudah sesuai dengan standar DIrjen Migas.
“SPBU itu kan dikontrol, diawasi. Bahkan ada tulisannya pasti pas yang tote -nya biru pasti prima. Artinya dilakukan pengawasan secara ketat,” ujar Tri Yuswidjajanto .
Artikel Terkait
Geger! Ahok Ungkap Oknum BPK Terlibat dalam Dugaan Korupsi Masif Pertamina
YLKI Ungkap Masyarakat sebagai Konsumen Pertamina Alami 3 Kerugian, Apa Saja?
Masyarakat Sebagai Konsumen Bisa Gugat Pertamina dan Minta Ganti Rugi, Bagaimana Caranya?
Simon Mantiri Berikan Nomor Pribadi untuk Laporan Kualitas BBM, Tanggapi Dugaan Pengoplosan dan Praktik Curang di Pertamina
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Menjelang Mudik Lebaran 2025, Dukung Akses Transportasi Udara yang Terjangkau