Akibatnya, jumlah pasokan cabai di pasar berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, yang mengarah pada lonjakan harga.
Petani yang terdampak oleh kondisi cuaca buruk juga sering kali mengalami kerugian, sehingga mereka kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar.
Kondisi ini semakin diperburuk oleh fluktuasi harga transportasi dan distribusi yang tidak stabil selama musim hujan.
Semua faktor ini bersama-sama menciptakan tekanan pada harga cabai, menjadikannya lebih mahal bagi konsumen.
“Ya, cabai mungkin karena musim hujan. Kalau musim hujan kan panen-nya gagal,” ujar Zulkifli Hasan.
Baca Juga: Perselisihan Kian Memanas, ADOR Perluas Gugatan terhadap NewJeans
“Tapi biasanya enggak lama, biasanya 2 minggu. Setelah nanti terang lagi, itu akan turun lagi. Jadi kalau ada hujan, kayak sekarang terus menerus, panennya gagal,” lanjutnya.***
Artikel Terkait
Menko Pangan Zulkifli Hasan Andalkan Food Estate Papua, Netizen Pertanyakan Keberhasilan di Kalimantan
Zulkifli Hasan Usulkan Penambahan Anggaran Rp 505 Miliar untuk Kementerian Pangan di Tahun 2025
Menteri Zulkifli Hasan dan Wamen Bima Arya Mencoba Menggunakan Transportasi Umum ke Kantor
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik
Harga Cabai Rawit Meroket di Awal Ramadan, Sentuh Angka Tertinggi Sejak Pandemi Covid