INSIBERNEWS - Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Salah satu fokus utama adalah perbaikan tanggul sepanjang 40 meter dengan tinggi 2 meter yang jebol akibat derasnya aliran air.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa perbaikan tanggul ini akan dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk memastikan pengerjaan yang optimal.
Baca Juga: Kebakaran Besar Babat Habis Hutan di Jepang dalam 30 Tahun, Ribuan Warga Mengungsi
"Perbaikan tanggul ini menjadi tanggung jawab BBWS Citarum. Sementara untuk jembatan yang terdampak, kami akan upayakan perbaikannya menggunakan APBD Kabupaten Bandung. Selain itu, kami juga akan mengusulkan bantuan dari BNPB agar penanggulangan bencana bisa dilakukan dengan lebih komprehensif, baik dalam penanganan pasca-bencana maupun upaya jangka panjang. Insya Allah, kami akan bertindak cepat agar kondisi kembali normal," ujar Dadang dalam keterangan resminya, Senin (3/3/2025).
Baca Juga: BRI Perluas Layanan Wealth Management dengan Hadirkan Private Signature Outlet di Surabaya
Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat sedimentasi dan tumpukan sampah yang berasal dari wilayah hulu, khususnya Kota Bandung.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antarwilayah dalam menangani persoalan ini.
Menurutnya, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu daerah, melainkan perlu koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kota-kota lain yang berada dalam satu wilayah aglomerasi.
"Kami sudah berdiskusi dengan Wali Kota Bandung untuk membahas hal ini lebih mendalam. Tapi saya tidak ingin hanya sekadar wacana. Saya ingin ada langkah konkret yang benar-benar bisa mengatasi masalah ini agar tidak terus berulang setiap musim hujan tiba," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Mochammad Dian Alma’ruf, menambahkan bahwa banjir di Bojongsoang dan Dayeuhkolot terjadi karena kapasitas Sungai Cikapundung Kolot yang sudah tidak lagi mampu menampung debit air yang meningkat drastis.
Oleh karena itu, selain perbaikan tanggul, normalisasi sungai dan peningkatan kapasitas tampungan air juga menjadi langkah yang harus segera direalisasikan agar banjir tidak semakin parah di masa mendatang.
Artikel Terkait
AHY Kembali Pimpin Partai Demokrat 2025-2030: Terpilih Aklamasi di Kongres VI, Dukungan Mengalir Deras dari Seluruh Daerah
Rumah Hanyut di Sungai Ciliwung, Seorang Warga Cisarua Dilaporkan Hilang
Sungai Ciliwung Meluap, Bendung Katulampa Sempat Siaga 1 Akibat Hujan Deras di Puncak
KPK Absen di Sidang Praperadilan Hasto, Hakim Tunda Persidangan
Pembalap Muda Bertalenta, BRI Beri Dukungan untuk Mario Aji di Ajang Moto2
Sejumlah Menteri Berkumpul di Istana Upayakan Solusi untuk Eks Karyawan Sritex yang Terkena PHK Agar Bisa Kerja Kembali
Harta Kekayaan Riva Siahaan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Salah Satu Tersangka Dugaan Korupsi
Maya Kusuma Jadi Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi Pertamina, Berikut Laporan Harta Kekayaannya
BRI Perluas Layanan Wealth Management dengan Hadirkan Private Signature Outlet di Surabaya
Kebakaran Besar Babat Habis Hutan di Jepang dalam 30 Tahun, Ribuan Warga Mengungsi