INSIBERNEWS - Upaya pemadaman kebakaran hutan terbesar di Jepang dalam tiga dekade terakhir masih terus berlangsung. Kobaran api yang dahsyat melahap ribuan hektare lahan di Prefektur Iwate, tepatnya di sekitar Kota Ofunato, sejak Kamis (27/2).
Hingga kini, petugas pemadam kebakaran dari berbagai wilayah masih berjibaku melawan api yang terus meluas, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan mereka.
Baca Juga: BRI Perluas Layanan Wealth Management dengan Hadirkan Private Signature Outlet di Surabaya
Berdasarkan laporan Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang, lebih dari 1.700 petugas telah dikerahkan untuk menangani kebakaran ini.
Mereka berasal dari 14 wilayah berbeda, termasuk Tokyo, dan didukung oleh 16 helikopter—beberapa di antaranya milik militer—yang berusaha memadamkan api dari udara.
Namun, kondisi cuaca kering dan angin kencang memperumit upaya pemadaman, membuat api sulit dikendalikan. Hingga Minggu (2/3), setidaknya 84 bangunan dilaporkan rusak akibat kebakaran ini.
Situasi semakin diperparah dengan rekor curah hujan rendah dalam beberapa bulan terakhir serta musim panas ekstrem tahun lalu, yang membuat lahan menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
Baca Juga: Maya Kusuma Jadi Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi Pertamina, Berikut Laporan Harta Kekayaannya
Akibat bencana ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia pekan lalu. Sementara itu, sekitar 4.600 warga masih dalam status siaga evakuasi, dengan 2.000 di antaranya memilih tinggal bersama keluarga atau teman, sementara lebih dari 1.200 lainnya mengungsi ke tempat penampungan yang telah disediakan pemerintah.
Baca Juga: Daftar Pekerjaan Freelance yang Paling Banyak Dicari pada 2025, dari Affiliate hingga Live Streamer
Rekaman udara yang disiarkan NHK menunjukkan betapa besarnya kebakaran ini. Api berwarna oranye terang menjalar dengan cepat, mendekati bangunan-bangunan di sekitar lokasi, sementara asap putih pekat membumbung tinggi ke langit.
Gambar-gambar ini menggambarkan betapa seriusnya situasi di lapangan, di mana petugas terus berupaya keras untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas ke pemukiman warga.
Artikel Terkait
Mensos Buka Suara Terkait Anggaran Komnas Disabillitas hanya Tersisa Rp500 Juta Akibat Efisiensi
AHY Kembali Pimpin Partai Demokrat 2025-2030: Terpilih Aklamasi di Kongres VI, Dukungan Mengalir Deras dari Seluruh Daerah
Rumah Hanyut di Sungai Ciliwung, Seorang Warga Cisarua Dilaporkan Hilang
Sungai Ciliwung Meluap, Bendung Katulampa Sempat Siaga 1 Akibat Hujan Deras di Puncak
KPK Absen di Sidang Praperadilan Hasto, Hakim Tunda Persidangan
Pembalap Muda Bertalenta, BRI Beri Dukungan untuk Mario Aji di Ajang Moto2
Sejumlah Menteri Berkumpul di Istana Upayakan Solusi untuk Eks Karyawan Sritex yang Terkena PHK Agar Bisa Kerja Kembali
Harta Kekayaan Riva Siahaan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Salah Satu Tersangka Dugaan Korupsi
Maya Kusuma Jadi Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi Pertamina, Berikut Laporan Harta Kekayaannya
BRI Perluas Layanan Wealth Management dengan Hadirkan Private Signature Outlet di Surabaya