INSIBERNEWS - Kemunculan Danatara menimbulkan respon dari publik dengan berdamai-ramai uang di bank BUMN.
Pasalnya Danantara direncanakan akan mengelola dividen dari bank BUMN.
Warga yang masih meragukan Danantara menjadi khawatir dengan uang yang mereka simpan di bank BUMN.
Baca Juga: Punya Hutang? Ini Rincian Harta Kekayaan yang Dimiliki Setyo Hadi Bupati Grobogan Terpilih
Ketika warga ramai-ramai mengambil uang dari bank dalam jumlah besar, hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak dan bahaya.
Baik bagi individu, masyarakat, maupun perekonomian negara secara keseluruhan.
Fenomena ini seringkali terjadi dalam situasi krisis ekonomi, ketidakstabilan politik, atau ketakutan akan kebangkrutan bank.
Baca Juga: Pemecatan Novita Personel Sukatani sebagai Guru Dikecam Federasi Serikat Guru Indonesia
Dampak pertama yang muncul adalah terjadinya kepanikan massal.
Ketika banyak orang mulai menarik uang mereka, hal ini dapat menyebabkan ketegangan sosial dan rasa ketidakamanan di masyarakat.
Kepanikan tersebut sering kali diperburuk oleh rumor yang tidak jelas, sehingga memperburuk situasi.
Baca Juga: Soal Retret, Mendagri Singgung Kepala Daerah Bertanggung Jawab pada Rakyat, Bukan pada Partai
Dari sisi ekonomi, penarikan uang secara besar-besaran dapat mengganggu likuiditas bank.
Bank-bank biasanya tidak menyimpan seluruh uang nasabah dalam bentuk tunai, melainkan menginvestasikan sebagian besar dana tersebut untuk pembiayaan atau pinjaman.
Artikel Terkait
Loh? ICW Ungkap KPK dan BPK Tidak Memiliki Wewenang Lakukan Audit Danantara, Buka Peluang Korupsi?
Meski Tuai Kritik, Kemunculan Danantara Miliki Sejumlah Dampak Positif, Apa Saja?
Apa Saja Dampak Negatif dari Munculnya Badan Pengelola Investasi Danantara? Yuk Simak
Prabowo Akan Danai 15 Mega Proyek dari Efisiensi dan Danantara, Tanpa Investasi Asing
Inilah Daftar Total Deviden 7 BUMN yang Akan Disetor Negara ke Danantara