INSIBERNEWS - Danantara diharapkan menjadi program strategis mengenai investasi aset pemerintah.
Namun sejumlah pihak menilai bahwa belum ada urgensi untuk membentuk Danantara.
Pasalnya, Danantara akan mengelola aset dari sejumlah BUMN.
Sedangkan tidak semua BUMN mengalami keuntungan pad tahun 2024. Danantara akan kelola aset sebesar R14.700 triliun.
Dana tersebut merupakan aset dari 7 BUMN Indonesia yang terkonsolidasi.
Yaitu Bank Mandiri, Bank Nasional Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, Telkom, PLN, MIND ID.
Baca Juga: Kenapa Kecoak Tidak Boleh Injak? Ini Bahaya yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui
Rencananya peluncuran Danantara akan dilakukan pada 24 Februari 2025.
Aset yang akan dikelola oleh Danantara pun tidak main-main jumlahnya.
Maka diprediksi akan ada sederet dampak negatif yang akan timbul dari Danantara.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @finfolkmoney (19/2/2025), dampak negatif dari Danantara adalah:
Artikel Terkait
7 BUMN Indonesia yang Asetnya akan Dikelola Danantara, Apa Saja?
Danantara yang Dicetuskan Presiden Prabowo Terinspirasi dari Temasek Milik Singapura, Lalu Apa Bedanya?
Akan Segera Diluncurkan oleh Prabowo, Transparansi Danantara Dipertanyakan, Kenapa?
Loh? ICW Ungkap KPK dan BPK Tidak Memiliki Wewenang Lakukan Audit Danantara, Buka Peluang Korupsi?
Meski Tuai Kritik, Kemunculan Danantara Miliki Sejumlah Dampak Positif, Apa Saja?