INSIBERNEWS - Skema Murur akan diterapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat Mabit di Muzdalifah pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024.
Baca Juga: Destinasi Wisata Super Prioritas Labuan Bajo, Gerbang Keindahan Menuju Surga Dunia
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid mengatakan area yang diperuntukan jemaah haji Indonesia seluas 82.350 m2, area ini ditempati sekitar 183.000 jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara ada 9 maktab sekitar 27.000 jemaah haji Indonesia yang menempati area Mina Jadid. Dikutip, Kamis (06/06/2024).
"Skema Murur ini menjadi ijtihad dan ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan jiwa jemaah haji Indonesia," ujar Subhan.
Skema Murur sebagai ikhtiar menjaga keselamatan jiwa jemaah haji atas potensi kepadatan di tengah terbatasnya area Muzdalifah.
Baca Juga: Ini Alasan PP Muhammadiah Tarik Dana Simpanan BSI ke Bank-Bank Lain!
Mabit di MUzdalifah dengan cara murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di aras bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.
Artikel Terkait
Konjen RI Jeddah: Tanpa Visa Haji atau Tasreh, 37 WNI Ditangkap Aparat Arab Saudi di Madinah
90.131 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia untuk Gelombang I Sudah Tiba di Madinah Al Munawwarah
Catat! Ini Syarat dan Cara Penerimaan Kartu Lansia Jakarta 2024
Fakta-Fakta Kasus Tiko Aryawardhana Suami BCL yang Dipolisikan Mantan Istri
Muhammadiyah Diminta Tolak Tawaran Izin Tambang dari Pemerintah Jokowi, Din Syamsuddin: Banyak Mudaratnya!
Hasil Survei, Kejagung Paling Dipercaya Publik Berkat Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus