Muhammadiyah Diminta Tolak Tawaran Izin Tambang dari Pemerintah Jokowi, Din Syamsuddin: Banyak Mudaratnya!

Photo Author
Tiara JP, Insibernews
- Rabu, 5 Juni 2024 | 14:17 WIB
Potret Din Syamsuddin (Foto: istimewa)
Potret Din Syamsuddin (Foto: istimewa)

INSIBERNEWS - Terkait pemberian izin tambang untuk lembaga keagamaan, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin meminta agar Muhammadiyah tak menerima tawaran izin tambang dari pemerintah.

Hal tersebut karena menurutnya pemberian konsensasi tambang bagi ormas keagamaan itu lebih banyak mudaratnya dibandingkan dengan maslahatnya.

“Sebagai warga Muhammadiyah saya mengusulkan kepada PP Muhammadiyah untuk menolak tawaran Menteri Bahlil dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Pemberian itu lebih banyak mudharat dari pada maslahatnya. Muhammadiyah harus menjadi penyelesai masalah bangsa, bukan bagian dari masalah,” ujar Din, dikutip dari laman resmi muhammadiyah.or.id.

Baca Juga: Fakta-Fakta Kasus Tiko Aryawardhana Suami BCL yang Dipolisikan Mantan Istri

Selain itu, Din menilai bahwa pemberian izin tambang bagi ormas keagamaan itu juga akan berpotensi menjadi sumber korupsi.

“Wewenang pemberian IUP (Izin Usaha Pertambangan) sebagai sumber korupsi,” kata Din.

Ia menjelaskan bahwa dirinya husnudzon (berbaik sangka) pemberian konsensi tambang untuk Ormas Keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah dapat dinilai positif sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada mereka.

Namun, menurut Din hal tersebut sudah terlambat dan terkesan seperti untuk mengambil hati. Maka dari situ tentu suudzan tak dapat dihindarkan.

Baca Juga: Perkara Korupsi Timah yang Ditangani Jampidsus dengan Kerugian Negara Rp 300 Triliun Akan Disidangkan

Menurutnya, pemberian konsensi tambang kepada NU dan Muhammadiyah tetap tidak seimbang dengan jasa dan peran kedua Ormas Islam itu.

“Pemberian tambang batubara dilakukan di Tengah protes global terhadap energi fosil sebagai salah penyebab perubahan iklim dan pemanasan global, maka besar kemungkinan yang akan diberikan kepada NU dan Muhammadiyah adalah sisa-sisa dari kekayaan negara,” ungkap Din.

Maka dari itu, ia berpendapat bahwa pemberian tambang secara cuma-cuma kepada NU dan Muhammadiyah potensial membawa jebakan.

Editor: Tiara JP

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X