Kinerja KPK Perlu Diperbaiki dan Kurangi Drama, Tirulah Kejagung

Photo Author
Y. Permana, Insibernews
- Kamis, 6 Juni 2024 | 06:56 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi. (foto: Ist)
Komisi Pemberantasan Korupsi. (foto: Ist)

INSIBERNEWS - Kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami penurunan karena kinerja dalam penyidikan korupsi yang tidak sesuai harapan masyarakat.

Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto mengatakan bahwa kinerja KPK perlu diperbaiki dan dilakukan perubahan demi menjaga reputasi baik di mata masyarakat. Dengan perbaikan secara menyeluruh, diharapkan kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah kembali naik dalam hasil survei.

Menurutnya, dalam mencermati penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga yang kini dipimpin Nawawi Pomolango itu, maka KPK perlu melakukan pembenahan dan evaluasi secara menyeluruh di internal.

Baca Juga: Hati-hati, Nama Camat Cibodas Tangerang Dicatut, Untuk lakukan Penipuan

Kata dia, sebaiknya KPK tidak banyak drama, dan fokus dengan kinerja pemberantasan korupsi seperti Kejaksaan Agung (Kejagung).

"KPK kurangi drama dan fokus kerja melakukan pemberantasan korupsi, tirulah Kejagung. Rendahnya kepercayaan publik ini semestinya menjadi atensi bersama, khususnya para komisioner KPK," kata Rasminto dalam keterangan yang dikutip pada Rabu (5/6).

Sementara berbeda dengan KPK, tingkat kepuasan publik terhadap Kejagung cukup tinggi. Hal tersebut berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia, KPK hanya menempati posisi ketujuh dengan tingkat kepercayaan publik 62,1 persen, sementara Kejagung di posisi 3 sebesar 74,7 persen, dan urusan pertama diantara para penegak hukum yang lain.

Baca Juga: Meninggal Dunia, ART yang Lompat dari Rumah Majikan di Cimone Tangerang

Rasminto berpandangan adanya gap yang tinggi antara KPK dan Kejagung itu terjadi karena Korps Adhyaksa dianggap lebih berhasil menangani penyidikan perkara korupsi besar selama beberapa tahun terakhir.

Kejagung, kata dia, terlihat transparan dalam menindak oknum jajaran yang menyimpang dan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi.

"KPK banyak dilanda masalah internal. Bahkan terus berpolemik, sehingga kasus-kasus korupsi yang ditangani tidak lagi menjadi atensi. Drama-drama seperti ini semestinya dikurangi," tegasnya.

Baca Juga: Sudah Dapat Untung Puluhan Juta, Dua Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Rasminto menambahkan, buruknya indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia dalam 2 tahun terakhir ini juga membuat kinerja KPK merosot dan mengalami penurunan drastis.

"Perbaikan indeks persepsi korupsi tidak bisa hanya ditangani Kejagung, Polri, dan Pemerintah. KPK mestinya juga harus turun tangan," tuturnya. []

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X