Dari Puncak Kejayaan hingga Runtuh: Kisah Pilu PT Sritex, Raksasa Tekstil Asia Tenggara yang Tutup pada 2025

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 3 Maret 2025 | 11:29 WIB
PT Sritex Tutup pada 1 Maret 2025 (sritex.co.id)
PT Sritex Tutup pada 1 Maret 2025 (sritex.co.id)

Pada Mei 2021, Pengadilan Niaga Semarang menetapkan Sritex dalam status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan total tagihan mencapai Rp12,9 triliun. Meskipun sempat disetujui rencana perdamaian, Sritex gagal memenuhi kewajibannya, sehingga perjanjian homologasi dibatalkan.

Pada Januari 2025, Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang dengan total utang mencapai Rp29,8 triliun. Upaya hukum seperti kasasi dan peninjauan kembali (PK) pun ditolak, menandai akhir dari perjuangan Sritex.

 Baca Juga: Tarif Listrik Kembali Normal Mulai Maret 2025, Diskon 50 Persen Resmi Berakhir

PHK Massal dan Penutupan Total

Krisis keuangan Sritex berimbas pada nasib ribuan karyawannya. Sejak 26 Februari 2025, sebanyak 9.604 karyawan Sritex Group di-PHK. Jumlah ini meningkat menjadi 10.665 orang jika termasuk karyawan anak perusahaan, PT Bitratex Semarang.

Meskipun PHK massal terjadi, Sritex tetap memastikan hak-hak karyawan terpenuhi, seperti jaminan hari tua (JHT), jaminan kehilangan pekerjaan, dan pesangon. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada, menyatakan bahwa para karyawan telah melengkapi syarat untuk mencairkan JHT.

“Diharapkan gajian bulan depan jangan sampai terlambat lagi. Karyawan molor gajinya itu bikin repot, kan buat bayar utang, angsuran,” ujar Widada.

 Baca Juga: Transjakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Bus, Maksimal 10 Menit Setelah Adzan

Akhir dari Sebuah Legenda

Penutupan Sritex pada 1 Maret 2025 menjadi akhir dari perjalanan panjang perusahaan yang pernah menjadi kebanggaan Indonesia. Dari puncak kejayaan sebagai industri tekstil terbesar di Asia Tenggara hingga tumbang karena krisis keuangan, kisah Sritex menjadi pelajaran berharga bagi dunia bisnis.

“Tentunya sangat sulit bagi saya. Tapi pesannya terima kasih sekali atas loyalitas, dedikasi, kerja kerasnya, bersama-sama membangun Sritex sejauh ini,” ujar Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan, dalam pernyataan terakhirnya.

Sritex mungkin telah tutup, tetapi warisan dan kontribusinya bagi industri tekstil Indonesia akan selalu dikenang. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus berinovasi dan menjaga kestabilan finansial di tengah tantangan global.

 

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X