Ia menilai pendidikan seharusnya menjadi jembatan, bukan justru menciptakan jarak. Mereka yang memiliki akses lebih luas terhadap ilmu pengetahuan dituntut untuk berbagi, menyederhanakan, dan menerjemahkan pengetahuan agar bisa dinikmati bersama, bukan menjadi alat eksklusivitas.
Pentingnya Berpikir Kritis dan Menjaga Ruang Publik
Lebih jauh, Ferry juga menyoroti peran strategis masyarakat terdidik dalam menjaga kualitas ruang publik. Dengan kemampuan berpikir kritis, kelompok ini diharapkan mampu:
- Meluruskan disinformasi
- Meredam konflik akibat perbedaan
- Mendorong dialog yang rasional dan berbasis fakta
Dalam situasi sosial yang semakin kompleks, suara kaum terdidik seharusnya menjadi sumber kejernihan dan penyeimbang.
Baca Juga: Evaluasi Layanan, Kapolri Imbau Polisi untuk Sigap Layani Aduan Masyarakat Tanpa Tunggu Viral
Pendidikan Harus Sejalan dengan Integritas
Ferry menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa dipisahkan dari integritas. Tanggung jawab masyarakat terdidik bukan hanya terletak pada kecakapan berpikir, tetapi juga pada keteladanan sikap, kejujuran intelektual, serta keberpihakan pada kepentingan publik.
Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak cukup diukur dari banyaknya orang berpendidikan, melainkan dari sejauh mana kelompok tersebut bersedia memikul tanggung jawab sosialnya.
Ia menutup pesannya dengan menegaskan bahwa pendidikan akan menemukan makna sejatinya ketika digunakan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan bermartabat.
Artikel Terkait
Siapkan Ribuan Unit Rumah, Danantara Kebut Pembangunan Hunian untuk Korban Bencana
BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
Rumah Influencer Aceh Sherly Annavita Diteror, Pelaku Terekam CCTV Lempar Telur Busuk
Teror Bom Molotov ke Rumah DJ Donny Tuai Sorotan, Polisi Diminta Segera Selidiki Pelaku
Depresi Gegara Putin, Surat Wasiat Ungkap Tekanan Psikologis WN Rusia yang Bunuh Diri di Badung Bali
Bikin Penasaran! Hotman Paris Sindir Podcaster Terkenal: Sering Bahas Perselingkuhan, Ternyata Pelakunya?