Merupakan Kota Santri, Begini Respon Kapolres Soal Penolakan Band Hindia Tampil di Festival Tasikmalaya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 15 Juli 2025 | 18:49 WIB
Begini Respon Kapolres Soal Penolakan Band Hindia Tampil di Festival Tasikmalaya (Istimewa )
Begini Respon Kapolres Soal Penolakan Band Hindia Tampil di Festival Tasikmalaya (Istimewa )

INSIBERNEWS - Warganet baru-baru ini ramai menyoroti penolakan terhadap penampilan band Hindia dalam gelaran Festival Ruang Bermusik yang akan
diselenggarakan di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, pada 19–20 Juli 2025.

Diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok yang menolak kehadiran grup musik itu.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Moh Faruk Rozi kemudian memberikan tanggapan dirinya terkait isu penolakan.

Baca Juga: Tersandung Kasus Hukum, Jonathan Frizzy Diduga Alami Kanker Stadium Awal

Kapolres menyinggung soal nilai-nilai lokal dalam setiap kegiatan publik, termasuk konser musik.

“Semua alim ulama, MUI juga, semua mendukung adanya konser, tetapi dengan memperhatikan makna regulasi dan kearifan lokal yang selama ini ada di Kota Tasikmalaya,” ujar Faruk kepada wartawan pada Senin, 14 Juli 2025.

Ia kemudian menyebut bahwa Tasikmalaya memiliki identitas yang kuat sebagai kota santri.

Baca Juga: Jualan di Marketplace Resmi Kena Pajak, Ini Aturan Baru Sri Mulyani untuk Pedagang Online

“Karena Kota Tasikmalaya itu termasuk kota santri, kota yang agamis dan religius,” tambahnya.

Terkait keputusan boleh tampil atau tidak, AKBP Faruk menjelaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan pihak Polres.

“Kalau ada yang nanya boleh atau tidak (Hindia tampil), itu Polda yang memutuskan,” pungkasnya.

Baca Juga: Konsumsi Kopi Susu Tanpa Gula, Yakin Sudah Tergolong Minuman Sehat? Ini Penjelasannya!

Sebagai informasi, Konser bertajuk "Ruang Bermusik 2025" yang rencananya digelar di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, pada Sabtu hingga Minggu, 19–20 Juli 2025, mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat.

Salah satu penampil, band Hindia yang dipimpin oleh Baskara Putra, menjadi sorotan dan diprotes oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X