INSIBERNEWS - Kebun Binatang Margasatwa Yaan Bifengxia di Provinsi Sichuan, Tiongkok, tengah menjadi sorotan publik setelah mereka menjual urin harimau Siberia dengan klaim bahwa produk tersebut dapat menyembuhkan kondisi kesehatan tertentu, termasuk rematik, terkilir, dan nyeri otot.
Setiap botol urin seberat 250 gram dijual dengan harga 50 yuan (sekitar Rp 80.000), yang dikatakan dapat memberikan manfaat ketika dicampur dengan anggur putih dan dioleskan pada area tubuh yang bermasalah, atau bahkan dikonsumsi secara oral.
Reaksi Beragam dari Publik
Penjualan urin harimau ini, meski tidak biasa, cepat viral di media sosial Tiongkok, mendapatkan lebih dari 35 juta tayangan. Reaksi netizen pun beragam, dari rasa ingin tahu hingga kekhawatiran akan bahaya kesehatan.
Beberapa pengunjung mengaku membeli produk ini karena penasaran, namun belum melihat hasil yang signifikan, sementara yang lain mengkhawatirkan potensi bahaya bakteri dari urin yang tidak jelas telah didisinfeksi atau belum.
Pertanyaan tentang Keamanan dan Keabsahan Praktik Ini
Kebun binatang tersebut mengklaim bahwa urin harimau dikumpulkan setelah hewan tersebut buang air kecil, namun tidak ada keterangan pasti apakah produk tersebut telah melalui proses disinfeksi sebelum dijual. Kepraktisan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penyebaran bakteri dan dampak kesehatannya.
Kata Ahli: Menyatakan Urin Harimau Tidak Terbukti Manjur
Seorang apoteker dari Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Provinsi Hubei mengkritik klaim pengobatan ini, menyatakan bahwa urin harimau tidak termasuk dalam pengobatan tradisional Tiongkok yang sah dan tidak memiliki bukti ilmiah yang mendukung manfaatnya. Menurutnya, mengklaim manfaat tanpa dasar bukti hanya akan membahayakan pengobatan tradisional Tiongkok yang sebenarnya dan berpotensi merusak upaya pelestarian harimau.
Sementara itu, seorang praktisi pengobatan tradisional Tiongkok juga mempertanyakan legalitas kebun binatang dalam menjual produk ini, mengingat semua obat-obatan harus disetujui oleh regulator pemerintah. Staf kebun binatang membela diri dengan menyatakan bahwa mereka memiliki izin usaha yang sah untuk menjual produk tersebut.
Kontroversi Seputar Penggunaan Bagian Tubuh Harimau
Meskipun penggunaan produk turunan harimau seperti tulang untuk pengobatan rematik pernah tercatat dalam teks medis tradisional Tiongkok, penggunaannya telah dilarang oleh pemerintah Tiongkok karena kekhawatiran terkait konservasi hewan tersebut. Banyak pihak, termasuk praktisi medis Barat, menentang penggunaan bagian tubuh harimau untuk tujuan pengobatan, mengingat dampak negatif terhadap populasi harimau yang sudah terancam punah.